Jika rasa ini adalah aplikasi, pasti akan segera ku uninstal kembali.
Jika rasa ini adalah handphone, pasti akan segera ku restart ke pengaturan pabrik.
Jika rasa ini adalah sebuah kalimat dalam microsoft word, pasti sudah ku delate dengan senang hati.
Namun, ternyata rasa ini tak sesederhana itu, walau aku tahu cinta ini tak pernah ada dasar tapi aku juga tahu bahwa cinta ini tak pernah tahu kapan harus pudar.
Mungkin orang akan merasa aku ini berlebihan atau bahkan aneh, tak begitu banyak interaksi namun bisa sedalam ini? Ibarat cinta dalam diam namun kuat merekat seperti lem, walaupun aku juga tahu lem itu tentunya bukan bernama "kepastian" bisa jadi hanya "obsesi".
Aku hanya bisa diam, dan menunggu. Bukan maksud tak mau berjuang namun aku hanya takut. Diam saja aku masih berdosa karena diamku ternyata masih saja memikirkanmu.
Tapi jika kau datang meminangku, aku juga belum siap. Duh aku ini maunya apa? Apa tidak bisa kau menungguku sedikit lagi? Ah aku ini banyak maunya sekali :").
Tapi boleh aku minta tolong? Jika nantinya pilihanmu bukan aku, bisa tidak bilang terlebih dahulu? Aku hanya tidak mau menjaga hati kepada hati yang bukan milikku.
Jika bisa, aku ingin mengubah rasa yang luar biasa ini menjadi biasa. Agar aku bisa secara keseluruhan menganggapmu teman. Bisa menyapa, bisa mengobrol, bisa dekat tanpa harus melibatkan perasaan.
Selain rasa ini berdosa, ini juga menyakitkan.
Oleh karena itu, aku sangat ingin mengubah rasa ini menjadi rasa biasa tanpa rasa.
Sampai akhirnya rasa ini menjadi halal.
Rabu, 18 September 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar