jujur, lupa kapan terkahir jari ini merangkai sebuah kata demi kata, hmm mungkin saat ini waktu yg tepat Baiklah tema pembahasan kita hari ini adalah kata “Dewasa”, entah kenapa kata tersebut terlintas difikiranku yang sudah berusia 26 tahun dan bahkan januari nanti genap 27 tahun. Perasaan kemarin masih haha hihi sekarang entah kenapa cepat sekali mencapai umur ini.
Entah, rasanya belum siap ketika teman-teman yang lain sudah banyak yang mimiliki teman hidup, munafik kalau tidak iri tapi sepertinya ini bukan perasaan iri semata. rasanya aneh ketika mengajak bermain teman yang sudah memiliki pasangan, perasaan canggung dan takut menggangu selalu muncul dibenak ini padahal hati hanya sedang rindu masa2 lajang itu.
Yah mau bagaimana lagi, namanya juga hidup sudah pasti terus berjalan kalau stuck namananya hubungan kamu sama dia haha bercanda. daripada bermelow-melow sebaiknya kita kembali ke topik pembahasan diatas yaitu kata “Dewasa”.
Banyak orang menganggap dewasa itu adalah sebuah usia, padahal tidak sesederhana itu. Dewasa itu bukan hanya sebuah fase dimana beban fikiran dan tanggung jawab dipikul oleh diri sendiri, tapi lebih kompleks daripada itu. Bagaimana ya cara menjelaskannya intinya dewasa itu berat, hanya orang-orang dewasa yang sanggup menerimanya.
Banyak juga anak-anak yang dewasa, mungkin tubuh mereka kecil namun pemikiran mereka bisa dibilang dewasa terkadang anak-anak yang sudah memiliki fikiran dewasa terbentuk dari lingkungan atau karena merasa hidup mereka tidak adil. mereka terlalu banyak berfikir dan kemudian otak mereka terbiasa dengan hal itu. Kebalikannya ada juga yang umurnya sudah terbilang dewasa tapi sifat dan pemikirannya seperti anak-anak, karena itu tadi “dewasa” tidak bisa dilihat dari umur melaikan cara berfikir dan tanggung jawab itu sediri.
