Rabu, 05 Agustus 2015

Lingkungan.



 Ternyata memang benar Lingkungan adalah salah satu faktor kita bisa terjebak dalam pergaulan bebas. Jika kita tidak pandai dalam memilih teman atau tidak pandai dalam menyaring pergaulan sekitar bisa jadi kita menjadi rusak karena lingkungan tersebut.
saya punya sedikit cerita singkat yang benar-benar ini pengalaman,Dulu waktu saya baru masuk salah satu sekolah SMK dijakarta barat saya mengikuti ekskul paskibra disana saya mempunyai teman dan dia adalah seorang wanita yang masih duduk dikelas 7,Dulu dia adalah sosok yang pendiam, berjilbab pula,lemah lembut,sopan,penurut dan disiplin tapi sayangnya dia mempunyai penyakit asma biarpun begitu dia tetap mengikuti ekskul paskibra dengan badan yang bisa dibilang lemah sangat bergantung pada obat.
1 Tahun kemudian saya bertemu lagi dengan dia dan apa yang saya lihat? Saya melihat sosok yang sekilas saya tidak mengenalinya tapi merasa kenal .
Rambutnya panjang pirang dan pakaiannya benar-benar tidak pantas bagi seorang pelajar,bibir menor,bedak tebal entah hal apa yang menjadikan dia berubah signifikan seperti itu.
Apa karena salah pergaulan?atau karena lingkungan?menurut saya faktor paling utama adalah karena diri sendiri coba saja jika  dia adalah pribadi yang tidak mudah terpengaruh atau mengikuti tren yang kiranya buruk bagi dia mungkin tidak akan terperosok kedalam pergaulan bebas.
Guru saya pernah bilang”Jadilah kopi yang ketika direbus dia membuat air menjadi hitam,Jangan seperti telur yang ketika direbus dia berubah menjadi padat”.
Apa kalian mengerti maksud dari kata-kata diatas?? Saya akan jelaskan walaupun saya tau anda pasti paham betul akan maksudnya.
Jadi begini “belajar dari kopi maksudnya kita harus menjadi manusia yang tidak mudah terpengaruh pada lingkungan tapi kita harus bisa mempengaruhi lingkungan menjadi lebih baik,Dan jangan kita menjadi telur yang dengan mudahnya terpengaruh dengan lingkungan yang berujung buruk bagi diri kita sendiri.
#See You ...^^

Selasa, 04 Agustus 2015

Pacaran?? Ngga penting.



Kalau baca judul diatas pasti gue bakal diserang oleh sekumpulan pasangan dibelahan dunia ini jiaaaah pisss broo, ini Cuma sekedar argumentasi semata kok .
Mungkin sebagian orang akan menganggap gue ini sok muna atau apalah sejenisnya yang mengatakan bahwan pacaran itu engga penting,bahkan ada diantara mereka malah ngebully gue”Alah Jomblo,Jones blaaa bluu blaaak”Tak apa ini kan hidup gue selagi gue happy dengan status Jomblo ya apa masalah anda? Betul tidak?
Gue udah menjalani status jomblo ini hampir satu tahun dan selama ini gue banyak belajar.
Dari belajar ngesot,belajar jalan sampai kemudian lari eeeeeh emang bayi,*Duh abaikan ngga lucu juga. LANJOOOTSà
Dan ternyata jadi jomblo itu engga seburuk orang lain pikir, malahan nih ya sebenarnya yang mempermasalahkan status jomblo itu bukan si jomblo tapi orang lain.Ya aneh tapi nyata .
Nih gue kasih tau Jomblo itu Fokus,Jomblo itu Mandiri,Jomblo itu bahagia,Jomblo itu Bebas,Jomblo itu menghindari maksiat jomblo itu engga galau,Jomblo itu pasti sukses.
(HIDUUUP JONESSSS,IYA JONES JOMBLO HAPPINES ^_^)
Sedangkan pacaran?Apa sih gunanya?Ngga mungkin diumur-umur kalian ini ada yang berniat untuk menikah dengan pacarnya,lulus sekolah aja belum masa mau nikah?Gaswat itu hehe ..
Nih Bro gue kasih tau,Pacaran itu mendekatkan kita dengan maksiat dan itu dosa,Bikin kita sering galau sakit hati dll ,Kita juga jadi engga fokus belajar,Membuat kita jadi ketergantungan dengan pacar, pokoknya lebih banyak negatifnya daripada positifnya dari pacaran.
Lebih baik nih ya kalian itu fokus sama diri kalian masing-masing, masa depan itu tergantung dari kalian loh bukan dari pacar yang disamping kalian.
Sekarang gue mau tanya apa sih tujuan kalian hidup?Apa untuk pacaran? Kalau engga tau tanya deh sama ibu kalian yang udah membuat kalian hidup .
Nah apa pernah kalian berfikir sejenak “Kelak apa yang mampu kita kasih untuk ibu kita?” .
Setelah semua yang ibu kalian kasih ke kalian sampai kalian sebesar ini, Hey kalian sudah bukan anak-anak lagi gue percaya kalian adalah orang-orang yang sayang kepada ibu kalian .Dan mampu untuk berfikir dewasa.
Sekarang mulailah menjalani hidup dengan bertumpu pada tujuan hidup, apasih target yang harus kalian dapat nanti. Yang pastinya bahagiain orang tua kita itu wajib kudu harus loh selain kelak kita mendapatkan kepuasan tersendiri kita juga mendapatkan pahala J.
Mari kawan Kita jalani hidup ini dengan satu titik tumpu yaitu tujuan kita hidup, menjalaninya dengan sepenuh hati, niat,doa dan usaha,kita hidup sekali dan waktu adalah suatu hal yang sangat berharga . Jangan sampai kita kelak menyesali waktu yang sudah kita buang percuma ^^,)BANGKIITTT ....
Ohiya Jangan takut gagal, Pohon pisang aja ditabang terus menerus selalu tumbuh .Jangan mau kalah .
Sukses itu memang engga gampang,Kupu-kupu saja untuk menjadi secantik itu butuh proses dari ulat àKepompongàBaru bisa menjadi kupu-kupu yang sangat cantik J .
Jangan takut tidak bisa ! Bayi saja yang tandinya hanya manusia kecil mungil lapi setelah belajar jalan,jatuh nangis bangkit lagi lagi dan lagi akhirnya bisa jalan selancar kalian sekarang ^^, belajarlah dari kita dulu sewaktu bayi yang tidak kenal rasa sakit.
 bangkit bangkit dan bangkit :D .HOHOHO Good Bye sampai ketemu dengan tulisan gue selanjutnya bye byee ...

GURU





 
Profesi yang menurut saya wah adalah seorang guru,mungkin sebagian kalian ada yang tau jawabannya dan ada juga yang masih bertanya-tanya kenapa profesi guru bisa saya bilang wah.saya akan mengulas tentang guru sesuai judul kali ini.
Apa kalian pernah berfikir bagaimana jika di dunia pendidikan tidak ada guru? Bagaimana generasi penerus bangsa kita jika tidak ada guru? Jika guru sangat memegang perana penting di dunia ini kenapa guru tidak mendapatkan apresiasi yang sepantasnya.
Jujur saya sangat bangga melihat guru-guru saya yang berhasil,berhasil disini bukan berarti berhasil menjadi sarjana tapi berhasil mengaplikasikan ilmunya kepada orang lain yang tentunya sangat berguna , dan sekarang saya sudah mulai memahami maksud dari kalimat “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”.
Iya karena guru dengan ikhlas membagi ilmunya kepada kita. Walaupun kita sendiri tau gaji seorang guru itu tergolong sangat kecil,tapi apa respon dari sebagian kita? Ada yang tidak menghargai guru,tidak mendangarkan guru,ada yang mengeluh jika mencatat banyak,ada yang mengeluh jika diberikan tugas . Padahal semata-mata mereka hanya inigin membuat kita cerdas dan menjadikan mereka sukses disebut guru .
Apa kalian pernah berfikir bagimana jika seorang guru tidak memberikan catatan kepada kita,pengetahuan kita tidak akan berkembang dan hanya mentok di buku.
Bagaimana jika guru tidak memeberikan kita tugas usai guru menjelaskan? Tentu kita tidak dapat mengukur seberapa pemahaman kita.
Dan masih banyak lagi yang dapat kita renungkan sebenarnya.
Percayalah teman apa yang dilakukan guru semata-mata hanya demi kita para muridnya.
Tapi image guru yang selalu saya puji dan banggakan terasa tercoreng ketika saya mendapati guru yang hanya nama saja ,yang menyebut mereka sendiri guru menurut saya belum bisa disebut guru,karena mereka sendiri egois. Entah mereka tidak tau menjadi guru,tidak tau cara menyampaikan atau ada alasan sebagainya.Intinya ilmu mereka sama sekali tidak sampai ke orang lain.
Jujur saya sangat kesal jika mendapati guru seperti yang saya bahas diatas, bagaimana tidak kesal? Guru yang tugasnya memberikan ilmunya tapi hanya membaca kalimat dibuku tanpa menjelaskan maksud dan tujuan kalimat tersebut.huft Mereka fikir kita para murid mengerti jika hanya mendengarkan rangkaian kata-kata? Jika tugas guru hanya membacakan isi dari buku kita para murid juga bisa melakukan itu.
Kita hanya pelajar yang haus akan ilmu,tolong berikan ilmu kepada kami,kami sadar terkadang kami ini nakal tidak mendengarkan atau bahkan ada yang berisik di kelas. Lantas apa ini salah kami atau salah guru yang tidak bertanggung jawab?
Bahkan ada yang lebih parah,mereka sebut saja guru yang tidak bertanggung jawab hanya memberikan tugas dan tugas tanpa pernah menjelaskan,memangnya dikira kita adalah murid yang genius yang mampu menegerjakan tanpa diajarkan terlebih dahulu ?
Iya memang kami bisa,tapi kami rasa kami tidak maksimal !. Jika kita sekolah hanya untuk menegerjakan tugas tanpa mendapatkan penjelasan lantas gunanya guru sendiri untuk apa ?? bisa saya katakan mereka memakan gaji buta !! Na’uzubillah.
Buat guru, kasianilah kami para pelajar yang haus akan ilmu, bagilah ilmu guru kepada kami jangan biarkan kami bodoh jangan biarkan kami tertinggal oleh jaman yang kejam ini, guru ..kami tau kami tidak sempurna, kami nakal, kami betisik, kami malas menerjakan tugas. Tapi bukannya ini adalah tugas seorang guru? Yang harusnya memotivasi kami menjadikan kami yang malas menjadi semangat menjadikan kami yang bodoh menjadi pandai.
Semua kembali lagi, di dunia ini tidak ada manuisa yang sempurna ya mungkin guru termasuknya, ada guru yang benar-benar hatinya sangat mulia ada juga guru yang hanya menerima gaji semata.
Walaupun begitu saya sangat berterimakasih kepada para guru-guru yg hebat dan juga sangat mulia jasamu memang tanpa jasa, walaupun balasan yang berupa gaji tidak begitu banyak bagimu tapi percayalah guru ilmu yang engkau berikan tidak akan pernah mati dan akan terus menjadi amalan hingga akhir hayat.
Terimaksih guru kami bangga kepadamu.



 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template