Nilai itu apa sih? Nilai adalah tolak ukur kemampuan siswa dalam sekolah.
Nilai terbagi menjadi dua, pertama nilai yang di dapatkan hasil usaha sendiri dan yang kedua nilai yang didapatkan hasil dari mencontek.
Tapi anehnya tidak ada perbedaan diantara kedua tersebut, padahal nilai hanyalah angka yang mana katanya mewakili sebuah kemampuan.
Lagian Kok bisa kemampuan siswa bisa diukur dari nilai?? Saya juga bingung.
Sebelum memulai membahas lebih jauh alangkah baiknya saya mengutarakan satu kalimat
pribahasa konyol ini
“jangan sedih jika kamu mendapatkan nilai jelek hasil sendiri, itu lebih
baik daripada mendapatkan nilai bagus hasil mencontek dan sedihlah jika kamu
sudah mencontek tapi nilainya tetap jelek” haha nyesel kan bacanya?
Sebelumnya saya sama sekali tidak bermaksud
untuk memojokkan orang-orang yang mencontek. Kenapa? Karena meraka yang
menyontek pasti memiliki sebuah alasan.
“alasan itu bisa karena belum paham”
Tapi yang saya heran, kenapa image mencontek itu selalu jelek dimata banyak orang??
Mereka para orang pandai tidak pernah mengerti susahnya memahami materi.
Mereka para orang pandai tidak pernah mengerti susahnya memahami materi.
Terlebih lagi guru juga bukannya membimbing tapi malah meremed ulang ketika didapati nilai dibawah kkm.
Sebentar-sebentar ini maksudnya bagaimana ya?? Otak saya tidak sampai.
Sebentar-sebentar ini maksudnya bagaimana ya?? Otak saya tidak sampai.
Seorang Guru bukan bertanya
“kenapa” tapi main “hukum”.
Apa itu adil ?
“kenapa” tapi main “hukum”.
Apa itu adil ?
Anak pandai enak sangat mudah memahami, sedangkan kita hanyalah anak yang susah sekali memahami
dan mencontek adalah usaha kami untuk mendapatkan nilai bagus.
Karena apa? Di sekolah nilai jauh lebih dihargai daripada kejujuran.
Coba saja kalau yang jujur dan mendapatkan nilai kurang itu diajarkan bukan
diremed ulang, mungkin kami tidak akan mencontek karena kami percaya guru
sayang sama kami dan akan mengajari dengan ikhlas sampai akhirnya paham.
tapi itu tidak akan mungkin, sudah kodratnya memang nilai lebih tinggi drajatnya.
kita sebagai murid bisa apa??
Mencontek adalah solusinya. bahahaa
kita sebagai murid bisa apa??
Mencontek adalah solusinya. bahahaa
Guru yang mengajarnya gagal, kok kita yang disuruh remed ulang??
**
Tapi saya juga tak menyarankan untuk mencontek, lebih baik kita sama-sama
belajar.
Mencari teman yang dengan ikhlas mau mengajarkan kita, syukur-syukur mau jadi
guru privat gratisan. Hohoo
Apalagi sekarang mau Ujian Nasional, akan sangat membanggakan jika kita
menggunakan hasil kerja keras kita sendiri, sensasinya beda men.
**
Saya pernah merasakan belajar mati-matian dan juga pernah merasakan mencontek dengan santai, hasilnya memang lebih bagus yang mencontek tapi rasa
bangga sama sekali tidak ada dan otak rasanya kosong, hanya ada angka bagus yang tak ada nilainya.
Kalau kita belajar walaupun nilainya pas-pasan tapi pasti akan ada rasa bangga
sedikit, sebuah perasaan ingin berjuang lagi.
Sekian dari saya terimakasih.
Hidup mencontek. EH SALAH
HIDUP BELAJAR :))
Hidup mencontek. EH SALAH
HIDUP BELAJAR :))
