Malam yg dingin ini seolah tak mempedulikan deraian air mata yg terus menerus berjatuhan, hanya gelapnya lampu yg seolah mempedulikannya.
"kenapa orang tua hanya memikirkan uang, uang dan uang?
Dulu ada anak yg masih bersekolah dasar yg ditinggal orang tua dan dijaga oleh nenek dan juga Kakeknya.
Setelah sekian lama ibu dari anak itu pulang dan baru selang seminggu dia ingin kembali lagi ke jakarta, saat itu hati rasanya berkata 'mak jangan balik ke Jakarta dulu aku kangen" tapi karena masih kecil yg terlihat hanya seorang anak kecil yg ngambek orang tuanya mau pergi cari nafkah. dan sang ibu dengan lancarnya bilang "kmu ini hati sekeras batu" mendengarnya sang anak hanya bisa menangis padahal yg paling diinginkan oleh anak itu hanyalah kasih sayang. Entah karena sang anak belum mengerti akan uang atau memang hanya kasih sayang lah yang mereka butuhkan.
Lambat taun anak kecil itu telah tumbuh menjadi dewasa, dan sang anak menceritakan tentang keinginannya untuk kuliah namun jawaban yang ia dapatkan sangat mengecewakan "daripada untuk kuliah,mending uangnya ditabung buat biaya nikah".
Entah apa yang ada dipikirannya, padahal sang anak tak mengharap uang untuk membiayainya kuliah karena dia sadar bahwa ekonomi keluarganya tak sanggup akan hal itu. Yg ia harapkan hanyalah dukungan dari sang orang tua hanya itu saja.
Lantas sang anak sampai sekarang masih merenungi akan mimpinya, apa mungkin sang anak akan melakoni mimpi tanpa restu dari sang orang tua? Apa itu akan jadi berkah nantinya?
Sang anak masih terus membuat kesimpulan bahwa orang tuanya memang tak pernah mengerti apa mau dan apa mimpi anaknya.
Tak pernah sekalipun bertanya "mimpi kamu apa? Kalau sudah besar mau jadi apa? Tak pernah sekalipun kalimat itu terdengar dari kupingnya.
Walaupun sibuk mencari nafkah demi menghidupi sang anak, tapi apa gunanya jika sang anak tak mendapatkan kebahagiaan itu kebahagiaan yang sebenarnya sangat sederhana berupa kasih sayang dan juga dukungan.
Bukannya anak itu berhak mendapatkan kebahagiaan? Dan bukannya memberikan kasih sayang dan juga dukungan itu salah kewajiban orang tua ??
Tapi hanya uang dan uang yg ada dipikiran orang tua, bahkan ketika sakitpun yg dibahas hanya uang "makannya jangan begini ntar sakit lgi, kemaren aja udh ngabisin banyak uang" kalau teringat kalimat itu rasanya ingin sekali menangis dan menyesali dulu sewaktu kecil selalu berharap sakit agar mendapatkan perhatian dan juga kasih sayang orang tuanya.
Dulu sang anak pernah merasa putus asa, dan berfikir untuk mengakhiri hidupnya tapi dia masih mengingat bahwa yg akan menciptakannya akan memberikan dosa.
Biarpun tak mengakhiri hidupnya sampai sekarang, harapan sang anak untuk terbebas akan hidup ini masih terus ada, setiap kali sang anak putus asa harapan itu selalu terucap dalam bibirnya dan entah kenapa harapan yang berisi doa itu tak pernah dikabulkan oleh sang
pencipta.
Rasanya lelah ..mau sampai kapan ini akan berakhir? "Gumam anak itu.
Senin, 13 Februari 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar