Senin, 15 Januari 2018

Lebih baik mencintai apa dicintai ?


“menurut lu lebih baik mencintai apa dicintai ?
“hmmm… bukannya akan jauh lebih baik jika saling ya ?
“Pilih salah Satu
“gimana ya, tergantung subjeknya sih. Jika subjeknya adalah seorang pria maka seharusnya mencintai, tapi jika subjeknya adalah seorang wanita maka akan jauh lebih baik baginya jika dicintai oleh pria.
Karena sudah kodratnya wanita itu dicintai bukan mencintai.

“Lah lu apa kabar ? bukannya lu lagi suka ya sama pria ?
“yah, jebakan betmen nih
“iya memang, tapi kan kita juga tahu mencintai seseorang itu bukanlah sebuah pilihan, kita tidak bisa menentukan dengan siapa nantinya kita akan mencintai. Namun pilihannya adalah langkah yang kita lakukan setelah itu.

“makudnya ?
“iya, langkah selanjutnya seperti mulai mendekatinya atau istilahnya adalah PDKT atau hanya diam layaknya pengagum rahasia yang tak dianggap. wkwk
“Nah berarti lu yang pilihan kedua dong??
“iya betul
“Mau sampai kapan akan seperti itu terus ?
“Sampai menemukan seseorang yang pasti, selama perasaan ini tak menimbulkan hal buruk selama itu juga biarkan rasa ini tetap seperti ini.
“anjay, merinding gua dengernya
“wkwk emang dikata gua setan.

Terkadang memang seperti itu, wanita seharusnya dicintai tapi bukan berarti wanita itu tidak mencintai prianya karena akan ada masanya dimana wanita akan sangat mencintai pria tersebut. Dan kemudian muncullah kalimat “SALING MENCINTAI”.



Sabtu, 13 Januari 2018

Seminar ??



Sabtu kemarin adalah pengalaman pertama mengikuti seminar semenjak masuk dunia perkuliahan, nama seminarnya adalah RETIRE VISION-100. Singkat cerita gua diajak untuk ikut seminar tersebut tanpa mencari  tahu itu seminar mengenai apa dan langsung bilang iya karena lokasi yang terbilang dekat. Akhirnya kita berangkat alias otw bersama kudua teman gua ginta dan juga daning, eh iya lupa ada satu makhluk astral bernama Alif yang baru gua kenal pada hari itu juga. 

Malam sebelumnya Ginta japri via WA, Tanya mengenai seminar besok dan akhirnya kami menemukan kejanggalan pada acara tersebut karena waktu yang terbilang lama yak dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, seminar macam apa ini ??? pikir kita bersama

Dan akhirnya tiba di hari H, dimana rasa setengah ragu menghantuhi gua, dan sesampai di lokasi gua dan Ginta tak bisa berhenti ketawa. Karena 30% audiensnya telah memiliki uban hampir diseluruh rambutnya, 65% usia-usia hampir menginjak masa pensiun dan 5% adalah umur yang terbilang muda. Dan akhirnya kita baru tahu ketika dibagikan map berisi materi :
“RETIRE” berarti “pensiunan”
“VISION” artinya “visi atau impian/tujuan”
Dan 100 disini memiliki arti 100 tahun
Dan lengkap sudah arti sesunguhnya yaitu menjadi pensiunan yang memiliki tujuan sampai 100 tahun.

“gua curiga, nanti kita disuruh senam juga” celetuk Ginta. Sontak membuat gua tertawa ditambah lagi dengan apa yang gua temukan di map seminar ini “Kayanya kecurigaan lu bakalan jadi kenyataan gin, nih” ucap gua sambil mengeluarkan buku panduan senam waitankung. Dan entah apa yang difikirkan daning dan juga alif sama atau tidak yang jelas ketika itu terasa kelucuan ini hanya milik kita berdua.

Kemudian kami bersikap seolah biasa saja karena tidak mau terlalu mencolok, tapi walaupun belum menginjak masa masa pensiun kita akhirnya tahu banyak hal mengenai masa pensiun, bagaimana nantinya menyikapinya dan lain sebagainya. Tidak juga itu ada banyak hal baru yang gua dapet dari acara tersebut, ternyata kita bisa belajar dari siapa saja dari anak kecil, dari yang lebih muda, sepantaran atau bahkan yang jauh lebih tua.
 
Dan ada satu hal yang gua masih inget ketika alif bilang “Selagi ada ego”, walaupun dia tipe songong karena baru pertama kenal udah ngecakin gua yah walaupun gua juga sama sih tapi kan dikit. #ngeles
Dia menceritakan kedekatannya dia dengan mamanya, gua mengira kedekatannya itu sudah terbiasa sejak dia kecil tapi katanya baru dia lakukan ketika mengenal tentang majelis, sampai dia bilang “gua mah kalo chat-chatan sama mamah gua pake emot cium cium gitu” ngebayangin aja udah gapercaya kan mengingat muka dia itu bukan tipe-tipe seperti itu.

Karena gua engga percaya akhirnya dia memberi unjuk isi daripada chat mereka, ditambah lagi mengajak gua dan daning mampir sekedar ngasih hpnya dan ternyata benar apa yang dia katakanan. Ditambah sebelum dia berpamitan dia mencium tangan dan juga kening ibunya.
Disitu gua langsung teringat sosok ibu, kapan ya gua bisa terbuka sama seperti dia, bebas meluapkan kasih sayang dan juga masalah yang ada. Disaat itu juga membuat gua teringat akan satu kejadian yang mungkin belum bisa gua lupakan sampai sekarang.

Itu adalah kejadian tepatnya bertahun tahun silam dimana gua adalah seorang anak kecil yang ditinggal ibunya pergi kejakarta sekedar mencari nafkah pulang kembali ke rumah paling 3 bulan sekali. Dan bukannya wajar jika seorang anak kangen terhadap ibunya???

 ketika  ibu ingin kembali ke Jakarta kebiasaan jelek yang  selalu gua tunjukkan adalah ngambek, minta ini itu dan lain sebagainya.Sampai saat ketika mau tidur sambil melihat ibu gua bilang “bu, jangan pergi monik masih kangen” dengan nada sedikit ngambek tapi ibu dengan ketus menjawab “punya hati keras banget kaya batu, ibu pergi juga mau nyari uang buat monik” sontak membuat gua terdiam kemudian memalingkan badan merubah posisi tidur ketika itu.

Dan entah kenapa semenjak kejadian itu gua mulai menjadi pribadi yang tertutup bahkan sampai enggan mengangkat telvon dari beliau. Entah kenapa rasa sakit itu masih ada sampai sekarang. Padahal dulu gua cuma anak kecil yang polos yang engga paham apa itu uang yang dia paham hanya sebuah kasih sayang.
Dan akhirnya gua sadar kalau itu salah, mugkin benar kata alif “selagi masih ada”.


Terima Apa adanya ?



Setelah sekian lama sekitar bulan november 2017 baru akhirnya sempet nulis lagi, duh sibuk banget kan?? Wkwk engga padahal mah emang belom ada ide aja buat nulis lagi. Dan sekarang ini gua akan membahas tentang istilah “Terima apa adanya”.

Widih ???? BIASA banget yak ? wkwk biarlah toh blog blog pribadi gua ini. Yoklah capcus :
Pasti kalian pernah mendengar istilah tersebut, entah dalam hal percintaan atau dalam hal lain. Ketika dalam hal percintaan terdapat istialah “kalau jodoh itu pasti menerima kita apa adanya” padahal kalau menurut gua itu adalah hal yang keliru disini gua engga bilang salah hanya keliru.

Jodoh yang baik itu yang bisa merubah kita menjadi lebih baik lagi, entah dalam hal agama, kesehatan, kebiasaan buruk dan lain sebagainya. Masa iya jika dia jodoh kita dia biarkan saja,bukannya membiarkan saja itu tandanya dia tidak peduli dengan kita?? 

Contoh simplenya adalah orang tua yang tidak menerima anaknya apa adanya, disini bukan yang artinya orang tua itu tidak sayang terhadap anaknya melainkan justru karena terlalu sayang. Ketika sang anak sama sekali tidak bisa memasak maka disini peran ibu adalah mengubahnya agar bisa memasak. “Hoyy, lu aja gabisa masak mon?? eitsss nanti gua juga bisa masak akan ada masanya itu. Siapa tau kelak nanti malah dapet yang jago masak dan mau ngajarin gua? WIDIH kan ….

Namun yang perlu digaris bawahi adalah, jangan sesekali menyuruh orang lain untuk berubah menjadi sama seperti kita tapi kita harus mengajaknya kedalam dunia kita, Perlahan namun pasti. Karena akan beda rasanya disuruh dan mengerjakannya bersama-sama.





 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template