Sabtu
kemarin adalah pengalaman pertama mengikuti seminar semenjak masuk dunia
perkuliahan, nama seminarnya adalah RETIRE VISION-100. Singkat cerita gua
diajak untuk ikut seminar tersebut tanpa mencari tahu itu seminar mengenai apa dan langsung
bilang iya karena lokasi yang terbilang dekat. Akhirnya kita berangkat alias
otw bersama kudua teman gua ginta dan juga daning, eh iya lupa ada satu makhluk
astral bernama Alif yang baru gua kenal pada hari itu juga.
Malam
sebelumnya Ginta japri via WA, Tanya mengenai seminar besok dan akhirnya kami
menemukan kejanggalan pada acara tersebut karena waktu yang terbilang lama yak
dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, seminar macam apa ini ??? pikir kita bersama
Dan
akhirnya tiba di hari H, dimana rasa setengah ragu menghantuhi gua, dan
sesampai di lokasi gua dan Ginta tak bisa berhenti ketawa. Karena 30%
audiensnya telah memiliki uban hampir diseluruh rambutnya, 65% usia-usia hampir
menginjak masa pensiun dan 5% adalah umur yang terbilang muda. Dan akhirnya
kita baru tahu ketika dibagikan map berisi materi :
“RETIRE”
berarti “pensiunan”
“VISION”
artinya “visi atau impian/tujuan”
Dan 100
disini memiliki arti 100 tahun
Dan lengkap
sudah arti sesunguhnya yaitu menjadi pensiunan yang memiliki tujuan sampai 100
tahun.
“gua curiga,
nanti kita disuruh senam juga” celetuk Ginta. Sontak membuat gua tertawa
ditambah lagi dengan apa yang gua temukan di map seminar ini “Kayanya
kecurigaan lu bakalan jadi kenyataan gin, nih” ucap gua sambil mengeluarkan
buku panduan senam waitankung. Dan entah apa yang difikirkan daning dan juga
alif sama atau tidak yang jelas ketika itu terasa kelucuan ini hanya milik kita
berdua.
Kemudian kami
bersikap seolah biasa saja karena tidak mau terlalu mencolok, tapi walaupun
belum menginjak masa masa pensiun kita akhirnya tahu banyak hal mengenai masa pensiun,
bagaimana nantinya menyikapinya dan lain sebagainya. Tidak juga itu ada banyak
hal baru yang gua dapet dari acara tersebut, ternyata kita bisa belajar dari
siapa saja dari anak kecil, dari yang lebih muda, sepantaran atau bahkan yang
jauh lebih tua.
Dan ada
satu hal yang gua masih inget ketika alif bilang “Selagi ada ego”, walaupun dia
tipe songong karena baru pertama kenal udah ngecakin gua yah walaupun gua juga
sama sih tapi kan dikit. #ngeles
Dia menceritakan
kedekatannya dia dengan mamanya, gua mengira kedekatannya itu sudah terbiasa
sejak dia kecil tapi katanya baru dia lakukan ketika mengenal tentang majelis,
sampai dia bilang “gua mah kalo chat-chatan sama mamah gua pake emot cium cium
gitu” ngebayangin aja udah gapercaya kan mengingat muka dia itu bukan tipe-tipe
seperti itu.
Karena gua
engga percaya akhirnya dia memberi unjuk isi daripada chat mereka, ditambah
lagi mengajak gua dan daning mampir sekedar ngasih hpnya dan ternyata benar apa
yang dia katakanan. Ditambah sebelum dia berpamitan dia mencium tangan dan juga
kening ibunya.
Disitu gua
langsung teringat sosok ibu, kapan ya gua bisa terbuka sama seperti dia, bebas
meluapkan kasih sayang dan juga masalah yang ada. Disaat itu juga membuat gua teringat
akan satu kejadian yang mungkin belum bisa gua lupakan sampai sekarang.
Itu adalah
kejadian tepatnya bertahun tahun silam dimana gua adalah seorang anak kecil
yang ditinggal ibunya pergi kejakarta sekedar mencari nafkah pulang kembali ke
rumah paling 3 bulan sekali. Dan bukannya wajar jika seorang anak kangen
terhadap ibunya???
ketika ibu ingin kembali ke Jakarta kebiasaan jelek
yang selalu gua tunjukkan adalah
ngambek, minta ini itu dan lain sebagainya.Sampai saat ketika mau tidur sambil
melihat ibu gua bilang “bu, jangan pergi monik masih kangen” dengan nada
sedikit ngambek tapi ibu dengan ketus menjawab “punya hati keras banget kaya
batu, ibu pergi juga mau nyari uang buat monik” sontak membuat gua terdiam
kemudian memalingkan badan merubah posisi tidur ketika itu.
Dan entah
kenapa semenjak kejadian itu gua mulai menjadi pribadi yang tertutup bahkan
sampai enggan mengangkat telvon dari beliau. Entah kenapa rasa sakit itu masih
ada sampai sekarang. Padahal dulu gua cuma anak kecil yang polos yang engga
paham apa itu uang yang dia paham hanya sebuah kasih sayang.
Dan
akhirnya gua sadar kalau itu salah, mugkin benar kata alif “selagi masih ada”.


0 komentar:
Posting Komentar