Sabtu, 21 Januari 2017

Penyakit

Hai semua, kali ini gua bahas penyakit bukan mau sedih-sedihan ya tapi terkadang kita juga harus ngetawain masalah dan pada kesempatan kali ini gua ingin menceritakan riwayat penyakit apa saja sih yang pernah mampir di hidup gue. Tapi hanya untuk sekedar sharing semata barangkali bisa membuat kalian bersyukur bisa selalu sehat dan terlebih lagi supaya kita tidak terpuruk akan masa lalu. cailah

Langsung aja yuk cusss.
Semenjak kecil gua emang terkesan gampang sakit apalagi semenjak menginjak kelas 4 SD rasanya penyakit terus menerus datang.
Sewaktu  kelas 4 SD gua pernah operasi mata. Tapi ketika operasi itu ada kejadian lucu nih gaes.
Jadi gini, gua ditemani oleh ibunda tercinta dan ketika itu gua bilang ke ibu gua “Bu, monik nanti gamau ya kalau disuntik”
Dan ibu gue menjawab “Iya, nanti langsung pulang aja”
Tapi ternyata teman, yang namanya operasi kan memang harus disuntik kalau tidak emangnya mau merasakan sakitnya pisau sayatan*duh bodohnya gue dulu.

Akhirnya mau engga mau suka engga suka gue disuntik bius dan tepat dibagian pipi, tapi entah kenapa gua ketika itu mual dan akhirnya suster memberikan gua segelas teh anget *Duh enaknya.
Setelah meminum teh tersebut akhirnya dokter melanjutkan operasinya, oh iya ini bukan operasi besar kok Cuma pengambilan daging tumbuh tepat dibawah mata gue.
Awalnya muka gua ditutupi kain dan hanya bagian mata kiri yang bolong dan setelah beberapa menit kemudian selesailah sudah, dan di akhiri dengan tempelan perban yang sangat tebal -_-.

Ketika gua kelas 5 Alhamdulillah tak ada sakit yang serius, tetapi ketika kelas 6 lagi-lagi gua harus menginap di RS karena terkena penyakit tipes padahal ketika itu gua lagi ujian praktik tapi yasudahlah mau bagaimana lagi namanya orang sakit.

Lanjut ketika kelas 7 Smp, awalnya gua Cuma sakit dibagian mata tapi entah kenapa ketika UTS semester 2 gue lagi-lagi harus masuk RS sakit dan kali ini engga Cuma satu rumah sakit melainkan dua RS tapi hasilnya nihil akhirnya gua pergi ke Jakarta untuk berobat disana dan Alhamdulillah sembuh dan ketika itu gua terkena penyakit pembengkakan otak dan tipes.
Dan gara-gara penyakit itu gue tidak melanjutkan sekolah padahal pihak sekolah sudah menghubungi ibu dan menyuruh gua pulang untuk mengikuti Ujian kenaikan kelas tapi ibu gua menolaknya dan dari situlah gua mulai hidup menetap di jakarta.

Ibu sengaja memasukan gua ke smp yang peraturannya tak begitu ketat sehingga tak mengganggu kesehatan, tapi lagi-lagi ketika  kelas 9 gua masuk rumah sakit lagi kali ini gua sakit demam berdarah.
Dan setelah sakit itu gua tak lagi mengalami sakit yang serius sampai lulus SMK, tapi tak disangka ketika lulus lagi-lagi gua harus merasakan sakit lagi kali ini sakit paru-paru yang mengharuskan gua berobat sampai beberapa waktu yang ditentukan.
Harus bolak balik Rumah sakit setiap bulannya, walaupun capek tapi lebih sedih melihat orang tua yang selalu menghabiskan uangnya untuk pengobatan anaknya.
“Bu, maafin monik ya dari dulu sampai sekarang Cuma bisa nyusahin” mungkin kata itulah yg selalu terpintas ketika gua sakit.

Dan gua berharap sakit ini mengakhiri semuanya, setelah ini gua harus sehat dan tak ada lagi sakit lagi amin ya robal alamin.
Duh panjang juga ya cerita gua, sekali lagi bukan maksud supaya kalian kasian sama gua bukan kali aja dengan tulisan gua ini bisa membuat kalian lebih bersyukur atas apa yang kalian alamin dan juga ngebuat gua lebih bersyukur karena pasti diluar sana ada yang hidupnya jauh lebih tak beruntung.

Tadinya gue marah dengan keadaan dan menyesali kenapa gue engga pulang kampung dan mengikuti tes ketika itu tapi akhirnya gue sadar dan malah bersyukur, karena tidak mungkin Allah memberikan cobaan diluar batas dan tidak mungkin memberikan cobaan tanpa tujuan tertentu.
Dan jujur gua bersyukur dengan gue pindah ke Jakarta gue bisa kenal dan bertemu dengan Erna dan juga Salamah, dan juga gua bisa kenal kunyuk yang otaknya rada-rada rusak itu. Ternyata dari kesedihan yang dibuat oleh Allah ada kebahagiaan didalamnya yang jauh lebih besar.

untuk mengakhiri artikel ini gue memiliki sedikit pesan “Wajar jika kita terpuruk akan maasalah, namun percayalah ada kebahagiaan dibalik itu semua dan terkadang masalah juga harus kita ketawain”

Oke cukup sekian dan terima kasih, see you

Kamis, 19 Januari 2017

ABC 5 DASAR


Konyol itu emang malu-maluin tapi itu bagi yang belom pernah ngerasain, sebenernya konyol itu asyik men. Tapi tetep inget situasi dan kondisi lah...
Semalem kunyuks ngumpul di cafee di daerah Meruya dan disela-sela pada sibuk sendiri tante bilang "udah dong jangan maen hp Mulu"
"Gua sih engga ya, noh yg ada hp baru foto2 Mulu" celetuk gue
"Maen ABC lima dasar aja yuk??" Kata Tante
"Yukkkk"

Berbekal lipstik kami ber depalan memulai memainkan permainan kekanak-kanakan yg serunya minta ampun, dan permainan ini sudah sering kita lakukan dari jaman masih sekolah sampai sekarang udah pada kerja. Dan saking serunya sampai sukses bikin brisik isi kelas yang notabennya kelas unggulan yang kebetulan gue wakil ketua kelasnya hahaha contoh yg sangat tidak baik memang dan ternyata sukses juga bikin ketua kelas mengundurkan diri dari jabatannya. Duh merasa berdosa gue 😂😂

"Ehh mau apa nih?? Nama apa ? "Tanya gue
"Nama hewan aja"
Dan akhirnya permainan dimulai, coretan demi coretan sudah mulai memenuhi muka sebagian dari kami.
karena gua merasa gagal di nama hewan guapun bilang "ehh jangan nama hewan kek, nama barang aja yak?? Dan ternyata mereka setuju.

Dan sesuai rencana gua bisa menjawabnya, tapi tak lama karena terasa nama barang sudah hampir semua terucap kamipun sepakat beralih ke nama buah.
Okelah harus siap2 buat kalah lagi "hmm

"Oke.. ABC 5 DASAR #A B C D E F G H I J"
Raras dengan cepat berucap "Jeruk" kemudian disusul Depol "Jambu" tak kalah Tante Ese membalas "Jangkrik". Mendengar jawaban ese semua menoleh ke arahnya.
"Oh iya sekarang nama buah ya" dengan tablonya dia bilang begitu

Karena gemas kamipun meneriakinya "coret aja coret" "iya iya" dengan posisi Raras yg sudah dengan nafsunya memegang kepala berniat untuk mencoret tapi ternyata sia-sia karena memang tak ada peraturan itu sejak awal.

Awalnya coretan demi coretan biasa, namun lama kelamaan bakat seni dari temen temen gua yg blagsak ini muncul akhirnya terlihatlah bentuk-bentuk abstrak yang aneh-aneh 😂😂😂 tak perlulah gua sebutkan pasti kalian paham Haha
Suasana makin seru, suara terasa hampir habis perut rasanya sakit karena terus menerus tertawa ditambah pelayan cafee yg ikut meramaikan suasana...

Tak terasa malam menjemput, muka yang udah tak karuan bentuknya menyudahi permainan ini tak lupa kami mengabadikan momen yang memalukan namun sangat berkesan.
"Cekrek"
"Cekrek"
"Lagi dong lagi"

Setelah merasa puas Nurdin dengan entengnya bilang "eh hompimpa yu siapa yang kalah Bayar ke kasir tapi gaboleh ngapus coretan di mukanya"
"Taeeee... ide macam apaan itu?'
Dan begonya mereka setuju
 "hompimpa"
"Yeee gua keluar"
Dan masih "hompimpa" yesss yesss

Dan hanya tersisa gua dan Ese yang menandakan kita kalah dan harus ke kasir dengan muka abstrak ini, okelah kamipun melangkah dengan bangga.

Setelah itu semua pada sibuk ke toilet untuk menghapus seni abstrak itu namun ternyata sangat susah dihapus, hahanjirrr cobaan apa lagi ini???
Dan kamipun pulang dengan selamat.
Sekian dan terima kasih.

Tua yang tak berwibawa.

Hafffftttt! Katanya enak punya muka awet muda, lantas kenapa gue selalu dipojokkan?
Ada yang bilang “anak MI, anak SMP sampai yang terakhir dibilang belum 17 tahun, anjritt padahal gue udah kepala dua -_-.
Entah ini temen-temen gue yang kurang ajar apa emang muka gua yang kurang wajar? Jaah
Padahal kalau dilihat secara jeli muka gue itu engga muda-muda banget, tapi emang iya sih belum pantes kalo umur 20 tahun, tapi ya jangan samakan aku dengan anak MI dong teman, itu mudanya kebangetan.
Tapi kalo punya muka tua juga engga enak, ini terjadi pada temen gue mukanya tua padahal umur baru 17 tahun.
Naik angkot dikasih harga orang dewasa padahal masih pakaian seragam, hmmm memang apapun yang lebih dan kurang itu tidak baik.
Tapi terkadang juga suka terpikir karena anak MI jaman sekarang pada bongsor-bongsor gua aja kalah gedenya -__-, emang harus sabar sih punya badan kecil mungil dan muka yang imut begini *iiihhhhh padahal mah TUA -_- .
Kalo orang disuruh sebutin kata yang identik dengan gue, pasti mereka akan jawab.
“JOMBLO”
“KECIL”
“ANAK MI”
“ANAK KECIL”
“TUA”
Sumpah itu kurang ajar banget, teman-teman gua emang pada ngelunjak sama orang tua jahahaa.

Awas lu teman kualat.

Selasa, 17 Januari 2017

Temen pake komitmen

Banyak orang berkata "cinta itu hal yang sangat menyenangkan,indah dan lain sebagainya".
Iya memang benar tapi jika digarap dengan benar karena jika tidak cinta yang katanya indah bisa berubah menjadi malapetaka bagi dirinya sendiri dan pastinya akan merugikan, contoh yang pasti adalah sakit hati.

Lantas bagaimana hidup seorang  jomblo yang tak memiliki kekasih? Apa hidupnya tidak bahagia ?
Tidak juga, buktinya saya sendiri yang sudah melakoni masa jomblo selama dua tahun ini.
Tidak memiliki kekasih bukan berarti tidak memiliki cinta, cinta bisa datang  dari siapa saja, bisa dari seorang teman. Mereka bukan kekasih yang selalu mungucap kata “’sayang” tapi mereka selalu ada untuk membuat kita bahagia dengan caranya sendiri.

Sebenarnya jika ingin memiliki seorang kekasih tanpa akhirnya merasakan sakit hati adalah dengan menjadikan dia seorang teman yang dibalut dengan kain bernama  komitmen yang  dibuat dan dibangun oleh kedua belah pihak, kalau hanya satu orang yang membangun komitmen itu sama saja cinta sepihak dan rasanya sakit brooo.

Sama halnya seperti kupu-kupu yang mencoba terbang dengan satu sayap, pasti tidak akan bisa dan justru akan membuat kupu-kupu itu akhirnya terjatuh

Jika status hubungan hanya sebatas teman tentunya kita tidak bersikap posesif dengannya, memberikan kebebasan sehingga akan menimbulkan rasa percaya terhadap pasangan.

Sebetulnya menyukai seseorang itu tidak harus dengan menjadikan dia pacar, lebih baik dengan menjadikannya dia teman, namun dengan ikatan sebuah komitmen.

Lagian apasih yang bisa dilakukan ketika pacaran? Yang tidak bisa dilakukan oleh seorang teman ?
Bahasa kerennya mah temen rasa pacar.
Bedanya ini dalam ikatan sebuah komitmen, bukan hanya sebuah harapan-harapan tidak jelas yang berujung baper sepihak.

Semual hal yang biasanya dilakukan ketika pacaran juga bisa dilakukan oleh seseorang yang berteman.
Misalkan sebagai teman chattingan, jalan bareng, nonton bareng, perhatian dan lain sebagainya.

Dan sebenarnya ada hal positif yang akan kita dapatkan,
1)      Kita akan terhindar dari maksiat yang biasa dilakukan oleh orang yang pacaran
2)      Hubungan kita akan terasa lebih dewasa
3)      Tidak menjadikan kita sebagai manusia yang posesif karena saling percaya
4)      Tidak akan pernah putus hubungan

Toh tujuan pacaran apasih? Apa Cuma buat main- main? Buat senang-senang semata? Tidak kan? Tujuannya sama yaitu untuk menikah.
nantinya yang akan kita butuhkan adalah teman hidup bukan seorang pacar, jadi alangkah baiknya jika kita memiliki hubungan dengan seorang teman yang saling berkomitmen untuk sekarang dan selamanya .

**
Lantas bagaimana cara agar kita bisa berkomitmen???

Biasanya seseorang jika menyukai lawan jenisnya akan melakukan yang namanya pendekatan, pendektan itu kita jadikan sebagai awal pertemanan.
Tak perlu mengatakan bahwa kita menyukai orang itu dengan ribuan kali kita berucap kata cinta, tapi kita harus menunjukkan bahwa kita serius dan tulus padanya, dan biasanya caranya lebih ke pembuktian bukan hanya sebuah gabungan kalimat romantis saja.

Dengan berteman akhirnya kita tahu sifatnya dan jika merasa cocok maka langkah selanjutnya adalah bicara kepadanya bahwa ingin membuat tali komitmen diantara pertemanan itu.
Dan jika kedua belah pihak sepakat akan hal itu, berlanjutlah sudah tahap pertemanan yang jauh lebih serius dan pastinya engga neko-neko.

Tapi harus diingat jika sudah mengucap kata komitmen harus memegang teguh pendiriannya, cukup hanya ada satu orang dihatinya, dan yang pasti jangan pernah membuat dia kecewa itu yang paling utama. Selebihnya adalah berfikir bagaimana cara agar membuat pasangan kita bahagia.

Dengan cara seperti itu pasti hubungan akan jauh lebih baik, terlihat dewasa dan pastinya tak akan putus hubungan kecuali ada salah satu yang mengkhianati janji yang dulu pernah dibuat itu.

Barusan kalian telah membaca kumpulan kalimat yang diketik oleh seorang jomblo yang telah melakoni jomblonya selama dua tahun, dan sejujurnya belum pernah mencobanya namun berharap bisa merasakannya sendiri.
#Yuk bangun komitmen

Kenapa engga pacaran?

“karena lu engga laku mon,hahahahaa”
“Anjirr, kok lu tau dah” *Bawa golok
*jangan ditiru adegan ini mengandung kekerasan

Lagian memangnya penting ya status pacaran?
Lo milik gue dan gue milik lo, Kedengaran sangat egois.
Terasa kita terikat oleh suatu tali yang sangat mengikat erat, kita tidak boleh begini tidak boleh begitu tidak boleh berteman dengan si ini tidak boleh ngobrol sama si itu.

“sebentar, lu barusan definisi pacaran??? 
Tapi lebih ke menjadikan dia burung yang selalu ada disangkarnya. Ya kurang lebih seperti dipenjara. Untungnya Negara Indonesia engga bikin peraturan tentang pacaran, kan penjara bisa penuh oleh manusia-manusia tukang selingkuh *Ehhh

 itu kan tanda sayang gue ke dia. Gua engga mau kehilangan dia wajar dong kalau gue ngelarang dia gua takut dia kepincut cewe/cowo lain”.

“udah beragumentasinya?”
saya jadi ingat radityadika pernah berkata
“posesif itu bukan tanda sayang, tapi tanda penjajahan”

“nih kalo menurut saya, asal kalian berdua saling berkomitmen saling percaya dan saling jujur. Kalian akan tahu hati kalian itu Cuma ada si dia, mau bergaul sama siapapun engga akan mempengaruhi rasa sayang kalian kedia.
Lagian belum tentu kalau kalian larang-larang pasanganmu, dia engga bakal genit dengan yang lain. Kebanyakan malah sebaliknya yaa seperti main apik dibelakang haha.

“Sok tahu lo mon, punya pacar juga engga lu”
“et ini kingkong gue kasih tahu, gue juga pernah mengalami soalnya”

saya pernah menjadi menyebalkan, karena dulu saya juga menganggap posesif itu adalah tanda sayang, tapi ternyata bukan, karena tanda sayang yang sebenarnya adalah “Saling percaya” dan walaupun begitu saya tidak pernah menyesal menjadi pribadi yang posesif, karena pada akhirnya saya banyak belajar setelah putus.
Mungkin karena dulu saya juga belum dewasa dan belum tau apa itu cinta.
**
Back to problem.
Menurut saya status pacar itu hanya seperti lebel untuk menandai oh si A adalah pacar saya, artinya si A adalah milik saya.
Dan bukannya itu malah terdengar kekanak-kanakan, Repotnya kalau sudah putus akan capek sendiri menghapus kenangannya cielah.

saya tidak berkata status pacar itu tidak penting, Cuma saya menganggap yang terpenting  adalah kualitas cintanya seperti komitmen, kejujuran, kesetiaan dll.


”tapi kan gue cewe, butuh kepastian”
Makannya kalau bikin komitmen sama orang yang pasti, jangan asal cowo lo ajak berkomitmen sakit hati nanti.

“trus lu kapan pacarannya mo?”
Sebenernya sih ngga mau pacaran ya, terlalu banyak hal negatifnya. saya lebih tertarik berteman dengan seseorang yang cocok dan mau berkomitmen bareng sama saya”
yaitu sosok yang dewasa, yang hangat dan mampu merubah saya menjadi pribadi yang lebih baik.

Akumah waiting aja ^_^ siapa tahu kamu jodoh aku.

#Yuk bangun komitmen.

Dan akhirnya saya menyadari bahwa memilih tidak pacaran adalah sebuah prinsip tersendiri, yuk mari lanjut baca artikel ini. 
https://monikadwilestari.blogspot.com/2019/11/alhamdulillah-5-tahun-jomblo.html 

Rabu, 11 Januari 2017

*SANIKER*
Terbentuk kira-kira tgl 9 Januari 2012  ya kira-kira 5 tahun yg lalu, terbentuk bukan karena niat tapi takdir kekepoan mereka berdua dan yg tahu emang cuma mereka.
Tapi Salamah dan Erna mereka udah berteman kira-kira 10 tahun, awet banget kan? Dan gua harap kita bertiga bakalan awet selamanya Amin.
Diantara kita bertiga yg paling dewasa itu Erna, dia yg paling sabar, pengalah alias suka mengalah dan nurut banget apalagi sama orang tuanya.
 yg paling kekanak-kanakan adalah gua sendiri. Padahal yg paling tua
Dan yg paling anak mami adalah Salamah, ceria dan suka bercerita. Dan yg paling dominan adalah kesetiaannya duhila apalagi sama kenangannya doi paling inget kalau soal kenangan.

*KUNYUK'S*
Terbentuk secara resmi dan tidak sengaja tgl 5 April 2016,.
Tapi Depol,raras dan Ese kita udah temenan dari awal masuk SMK ya sekitar 3 tahunan, tapi sebagian besar dari anggota kunyuks adalah temen kelas X, sisanya ya dari kelas tetangga wkwk.
Karena anggotanya banyak gamungkin gua jabarin satu-satu.
Secara garis besar yg paling baik dan peduli adalah Depol dan Nurdin, mereka yg paling bawel.
Yg paling ke abangan, dan cewek Mulu adalah Riyan, jipak dan Wahyu.
Yg paling muda dan kekanakan adalah Raras dan Ufa, tapi sayangnya Ufa udah lama engga kumpul bareng kita.
Yg paling sering dibully, kreatif dan otaknya agak bener adalah gua sendiri, ese dan Mufid.
Tapi Ese otaknya udah mulai geser akibat terkontaminasi oleh dua makhluk bernama Depol dan Raras.
Tapi Ese yg paling dewasa, paling mengalah dan paling sabar.
Duh sekian dulu kali ya, bay bay

Sahabat ?


Engga terlalu paham apa definisi sahabat.
Apa mereka yg selalu baik ke kita?
Apa mereka yg selalu ada?
Apa mereka yg selalu bilang sayang?
Memang sih mereka itu baik, selalu ada, dan kadang bilang sayang. Tapi menurut pengalaman yg beneran nyata bukan mitos belaka.
Sahabat gua itu berbanding terbalik, bukan berarti ga baik, selalu ada dan gapernah bilang sayang .
Tapi mereka itu mengekspresikannya dengan cara yg berbeda.
Tapi menurut gua.
Makhluk yg paling baik selain kedua orang tua gua, ya sahabat.
Mereka rela rumahnya diberantakin, rela uangnya ludes buat beliin jajan dan rela harus berbagi apapun termasuk Kouta *walau kadang pelit.
Makhluk yg paling selalu ada selain orang tua, ya sahabat.
Ketika ada hal yg gabisa diceritain ke orang tua sahabat selalu nampung, ketika bosan Sabahatlah yg menghibur biarpun ga setiap dibutuhkan selalu ada tapi mereka selalu menyempatkan waktunya untuk kita.
Dan..
Makhluk yg selalu bilang sayang ke kita ya jelas cuma pacar, wkwk karena sahabat paling gengsi bilang sayang atau bahkan ngerasa aneh bilang sayang walaupun gua tahu betul dalam hatinya "SAYANG BANGET".
Kalau engga sayang, gamungkin mereka itu setia.
Kalau engga sayang, gamungkin mereka itu peduli sama kita.
Dan..
Kalau engga sayang, gamungkin mereka rela ngelakuin sesuatu demi kita.
Dan gua bersyukur banget dikasih sahabat kaya mereka, makasih sobat 😃.
I LOVE YOU 😚😚


 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template