Selasa, 17 Januari 2017

Kenapa engga pacaran?

“karena lu engga laku mon,hahahahaa”
“Anjirr, kok lu tau dah” *Bawa golok
*jangan ditiru adegan ini mengandung kekerasan

Lagian memangnya penting ya status pacaran?
Lo milik gue dan gue milik lo, Kedengaran sangat egois.
Terasa kita terikat oleh suatu tali yang sangat mengikat erat, kita tidak boleh begini tidak boleh begitu tidak boleh berteman dengan si ini tidak boleh ngobrol sama si itu.

“sebentar, lu barusan definisi pacaran??? 
Tapi lebih ke menjadikan dia burung yang selalu ada disangkarnya. Ya kurang lebih seperti dipenjara. Untungnya Negara Indonesia engga bikin peraturan tentang pacaran, kan penjara bisa penuh oleh manusia-manusia tukang selingkuh *Ehhh

 itu kan tanda sayang gue ke dia. Gua engga mau kehilangan dia wajar dong kalau gue ngelarang dia gua takut dia kepincut cewe/cowo lain”.

“udah beragumentasinya?”
saya jadi ingat radityadika pernah berkata
“posesif itu bukan tanda sayang, tapi tanda penjajahan”

“nih kalo menurut saya, asal kalian berdua saling berkomitmen saling percaya dan saling jujur. Kalian akan tahu hati kalian itu Cuma ada si dia, mau bergaul sama siapapun engga akan mempengaruhi rasa sayang kalian kedia.
Lagian belum tentu kalau kalian larang-larang pasanganmu, dia engga bakal genit dengan yang lain. Kebanyakan malah sebaliknya yaa seperti main apik dibelakang haha.

“Sok tahu lo mon, punya pacar juga engga lu”
“et ini kingkong gue kasih tahu, gue juga pernah mengalami soalnya”

saya pernah menjadi menyebalkan, karena dulu saya juga menganggap posesif itu adalah tanda sayang, tapi ternyata bukan, karena tanda sayang yang sebenarnya adalah “Saling percaya” dan walaupun begitu saya tidak pernah menyesal menjadi pribadi yang posesif, karena pada akhirnya saya banyak belajar setelah putus.
Mungkin karena dulu saya juga belum dewasa dan belum tau apa itu cinta.
**
Back to problem.
Menurut saya status pacar itu hanya seperti lebel untuk menandai oh si A adalah pacar saya, artinya si A adalah milik saya.
Dan bukannya itu malah terdengar kekanak-kanakan, Repotnya kalau sudah putus akan capek sendiri menghapus kenangannya cielah.

saya tidak berkata status pacar itu tidak penting, Cuma saya menganggap yang terpenting  adalah kualitas cintanya seperti komitmen, kejujuran, kesetiaan dll.


”tapi kan gue cewe, butuh kepastian”
Makannya kalau bikin komitmen sama orang yang pasti, jangan asal cowo lo ajak berkomitmen sakit hati nanti.

“trus lu kapan pacarannya mo?”
Sebenernya sih ngga mau pacaran ya, terlalu banyak hal negatifnya. saya lebih tertarik berteman dengan seseorang yang cocok dan mau berkomitmen bareng sama saya”
yaitu sosok yang dewasa, yang hangat dan mampu merubah saya menjadi pribadi yang lebih baik.

Akumah waiting aja ^_^ siapa tahu kamu jodoh aku.

#Yuk bangun komitmen.

Dan akhirnya saya menyadari bahwa memilih tidak pacaran adalah sebuah prinsip tersendiri, yuk mari lanjut baca artikel ini. 
https://monikadwilestari.blogspot.com/2019/11/alhamdulillah-5-tahun-jomblo.html 

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template