“karena lu
engga laku mon,hahahahaa”
“Anjirr, kok
lu tau dah” *Bawa golok
*jangan ditiru adegan ini mengandung kekerasan
*jangan ditiru adegan ini mengandung kekerasan
Lagian memangnya penting ya status pacaran?
Lo milik gue
dan gue milik lo, Kedengaran sangat egois.
Terasa kita
terikat oleh suatu tali yang sangat mengikat erat, kita tidak boleh begini
tidak boleh begitu tidak boleh berteman dengan si ini tidak boleh ngobrol sama
si itu.
“sebentar, lu
barusan definisi pacaran???
Tapi lebih ke menjadikan dia burung yang selalu ada disangkarnya. Ya kurang lebih seperti dipenjara. Untungnya Negara Indonesia engga bikin
peraturan tentang pacaran, kan penjara bisa penuh oleh manusia-manusia tukang
selingkuh *Ehhh
Tapi lebih ke menjadikan dia burung yang selalu ada disangkarnya. Ya kurang lebih seperti dipenjara.
“itu kan tanda sayang gue ke dia. Gua engga mau
kehilangan dia wajar dong kalau gue ngelarang dia gua takut dia kepincut
cewe/cowo lain”.
“udah beragumentasinya?”
saya jadi ingat radityadika pernah berkata
“posesif itu bukan tanda sayang, tapi tanda penjajahan”
“posesif itu bukan tanda sayang, tapi tanda penjajahan”
“nih kalo
menurut saya, asal kalian berdua saling berkomitmen saling percaya dan saling jujur.
Kalian akan tahu hati kalian itu Cuma ada si dia, mau bergaul sama siapapun
engga akan mempengaruhi rasa sayang kalian kedia.
Lagian belum
tentu kalau kalian larang-larang pasanganmu, dia engga bakal genit dengan yang lain. Kebanyakan
malah sebaliknya yaa seperti main apik dibelakang haha.
“Sok tahu lo
mon, punya pacar juga engga lu”
“et ini
kingkong gue kasih tahu, gue juga pernah mengalami soalnya”
saya pernah
menjadi menyebalkan, karena dulu saya juga menganggap posesif itu adalah tanda sayang,
tapi ternyata bukan, karena tanda sayang yang sebenarnya adalah
“Saling percaya” dan walaupun begitu saya tidak pernah menyesal menjadi pribadi yang posesif, karena pada akhirnya saya banyak belajar
setelah putus.
Mungkin karena
dulu saya juga belum dewasa dan belum tau apa itu cinta.
**
Back to
problem.
Menurut saya status
pacar itu hanya seperti lebel untuk menandai oh si A adalah pacar saya, artinya si A
adalah milik saya.
Dan bukannya itu malah
terdengar kekanak-kanakan, Repotnya kalau sudah putus akan capek sendiri menghapus kenangannya cielah.
saya tidak
berkata status pacar itu tidak penting, Cuma saya menganggap yang terpenting adalah kualitas
cintanya seperti komitmen, kejujuran, kesetiaan dll.
”tapi kan gue
cewe, butuh kepastian”
Makannya kalau bikin komitmen sama orang yang pasti, jangan asal cowo lo ajak berkomitmen sakit hati nanti.
Makannya kalau bikin komitmen sama orang yang pasti, jangan asal cowo lo ajak berkomitmen sakit hati nanti.
“trus lu kapan
pacarannya mo?”
Sebenernya sih ngga mau pacaran ya, terlalu banyak hal negatifnya. saya lebih tertarik berteman dengan seseorang yang cocok dan mau berkomitmen bareng sama saya”
yaitu sosok yang dewasa, yang hangat dan mampu merubah saya menjadi pribadi yang lebih
baik.
Akumah waiting
aja ^_^ siapa tahu kamu jodoh aku.
#Yuk bangun
komitmen.
Dan akhirnya saya menyadari bahwa memilih tidak pacaran adalah sebuah prinsip tersendiri, yuk mari lanjut baca artikel ini.
https://monikadwilestari.blogspot.com/2019/11/alhamdulillah-5-tahun-jomblo.html
Dan akhirnya saya menyadari bahwa memilih tidak pacaran adalah sebuah prinsip tersendiri, yuk mari lanjut baca artikel ini.
https://monikadwilestari.blogspot.com/2019/11/alhamdulillah-5-tahun-jomblo.html

0 komentar:
Posting Komentar