Hai semua, kali ini gua bahas penyakit bukan mau
sedih-sedihan ya tapi terkadang kita juga harus ngetawain masalah dan pada
kesempatan kali ini gua ingin menceritakan riwayat penyakit apa saja sih yang
pernah mampir di hidup gue. Tapi hanya untuk sekedar sharing semata barangkali
bisa membuat kalian bersyukur bisa selalu sehat dan terlebih lagi supaya kita
tidak terpuruk akan masa lalu. cailah
Langsung aja yuk cusss.
Semenjak kecil gua emang terkesan gampang sakit apalagi
semenjak menginjak kelas 4 SD rasanya penyakit terus menerus datang.
Sewaktu kelas 4 SD
gua pernah operasi mata. Tapi ketika operasi itu ada kejadian lucu nih gaes.
Jadi gini, gua ditemani oleh ibunda tercinta dan ketika itu
gua bilang ke ibu gua “Bu, monik nanti gamau ya kalau disuntik”
Dan ibu gue menjawab “Iya, nanti langsung pulang aja”
Tapi ternyata teman, yang namanya operasi kan memang harus
disuntik kalau tidak emangnya mau merasakan sakitnya pisau sayatan*duh bodohnya
gue dulu.
Akhirnya mau engga mau suka engga suka gue disuntik bius
dan tepat dibagian pipi, tapi entah kenapa gua ketika itu mual dan akhirnya
suster memberikan gua segelas teh anget *Duh enaknya.
Setelah meminum teh tersebut akhirnya dokter melanjutkan
operasinya, oh iya ini bukan operasi besar kok Cuma pengambilan daging tumbuh
tepat dibawah mata gue.
Awalnya muka gua ditutupi kain dan hanya bagian mata kiri
yang bolong dan setelah beberapa menit kemudian selesailah sudah, dan di akhiri
dengan tempelan perban yang sangat tebal -_-.
Ketika gua kelas 5 Alhamdulillah tak ada sakit yang serius,
tetapi ketika kelas 6 lagi-lagi gua harus menginap di RS karena terkena
penyakit tipes padahal ketika itu gua lagi ujian praktik tapi yasudahlah mau
bagaimana lagi namanya orang sakit.
Lanjut ketika kelas 7 Smp, awalnya gua Cuma sakit dibagian
mata tapi entah kenapa ketika UTS semester 2 gue lagi-lagi harus masuk RS sakit
dan kali ini engga Cuma satu rumah sakit melainkan dua RS tapi hasilnya nihil
akhirnya gua pergi ke Jakarta untuk berobat disana dan Alhamdulillah sembuh dan
ketika itu gua terkena penyakit pembengkakan otak dan tipes.
Dan gara-gara penyakit itu gue tidak melanjutkan sekolah
padahal pihak sekolah sudah menghubungi ibu dan menyuruh gua pulang untuk
mengikuti Ujian kenaikan kelas tapi ibu gua menolaknya dan dari situlah gua
mulai hidup menetap di jakarta.
Ibu sengaja memasukan gua ke smp yang peraturannya tak
begitu ketat sehingga tak mengganggu kesehatan, tapi lagi-lagi ketika kelas 9 gua masuk rumah sakit lagi kali ini
gua sakit demam berdarah.
Dan setelah sakit itu gua tak lagi mengalami sakit yang
serius sampai lulus SMK, tapi tak disangka ketika lulus lagi-lagi gua harus merasakan
sakit lagi kali ini sakit paru-paru yang mengharuskan gua berobat sampai
beberapa waktu yang ditentukan.
Harus bolak balik Rumah sakit setiap bulannya, walaupun
capek tapi lebih sedih melihat orang tua yang selalu menghabiskan uangnya untuk
pengobatan anaknya.
“Bu, maafin monik ya dari dulu sampai sekarang Cuma bisa
nyusahin” mungkin kata itulah yg selalu terpintas ketika gua sakit.
Dan gua berharap sakit ini mengakhiri semuanya, setelah ini
gua harus sehat dan tak ada lagi sakit lagi amin ya robal alamin.
Duh panjang juga ya cerita gua, sekali lagi bukan maksud
supaya kalian kasian sama gua bukan kali aja dengan tulisan gua ini bisa
membuat kalian lebih bersyukur atas apa yang kalian alamin dan juga ngebuat gua
lebih bersyukur karena pasti diluar sana ada yang hidupnya jauh lebih tak
beruntung.
Tadinya gue marah dengan keadaan dan menyesali kenapa gue
engga pulang kampung dan mengikuti tes ketika itu tapi akhirnya gue sadar dan
malah bersyukur, karena tidak mungkin Allah memberikan cobaan diluar batas dan
tidak mungkin memberikan cobaan tanpa tujuan tertentu.
Dan jujur gua bersyukur dengan gue pindah ke Jakarta gue
bisa kenal dan bertemu dengan Erna dan juga Salamah, dan juga gua bisa kenal
kunyuk yang otaknya rada-rada rusak itu. Ternyata dari kesedihan yang dibuat
oleh Allah ada kebahagiaan didalamnya yang jauh lebih besar.
untuk mengakhiri artikel ini gue memiliki sedikit pesan “Wajar jika kita terpuruk akan maasalah,
namun percayalah ada kebahagiaan dibalik itu semua dan terkadang masalah juga
harus kita ketawain”
Oke cukup sekian dan terima kasih, see you

0 komentar:
Posting Komentar