Selasa, 26 November 2019

"Niat yang awalnya salah namun berakhir insya allah berkah"

Pada kesempatan kali ini, aku mau sedikit sharing tentang diri aku sendiri. Terutama mengenai niat yang salah.

Dulu ketika aku masih duduk di bangku smp kelas 8 rambutku pendek dengan potongan mirip seperti potongan rambut laki-laki. Selain karena memang rambutku rontok karena sakit kala itu, alasan yang lain karena memang aku ingin memotong rambutku sangat pendek seperti pemain drama yang aku tonton.

Entah alasan yang mana yang akhirnya membuatku memotong rambut, terlebih aku memang wanita tomboy sejak kecil.

Dan karena rambut pendekku saat itu, banyak yang bilang penampilan ku keren, ada juga orang-orang yang tak berkomentar namun ternyata ada satu guru yang menyebutku "lanang".
Ya walaupun aku memang mengakui mirip laki-laki. Namun ucapannya membuatku sedikit terganggu.

Sekali dua kali aku anggap angin lalu, namun entah kenapa akhirnya aku malas dengan panggilan itu. Dari sinilah akhirnya aku mulai memakai hijab. Ya awalnya memang memakai jika disekolah saja, diluar sekolah? Langsung lepas. Nauuzubillah

Yaa memang begitu awalku memakai hijab, namun entah kenapa lama lama aku justru terbiasa memakai hijab yang awalnya hanya aku perlakukan bagai topeng. Dan semakin lama, Aku justru merasa risih jika keluar rumah tak mengenakan hijab. Masya allah memang terkadang hidayah allah seperti itu, padahal niat awalnya bukan untuk mencari ridha allah swt namun berakhir insya allah berkah. Amin

Dan saat ini. Aku masih terus belajar memperbaiki hijabku.

***
Cerita kedua tentang hijrahku yang awalnya ingin menjadi lebih baik demi sebanding dengan sang lelaki idaman.

Jadi singkat cerita, aku tak sengaja menoleh ke kiri tempat dimana para ikhwan beribadah dan entah kenapa mataku seolah menemukan lelaki itu. Laki-laki yang dikenalkan denganku beberapa waktu lalu.

Dan tak diduga, hari hari berikutnya menjadi terbiasa menoleh ke kiri dan menemukannya (lagi). Entah tanpa kusadari seperti sebuah candu sampai akhirnya menoleh menjadi kebiasaanku.

Bagiku melihatnya dari belakang adalah sebuah kebahagian, semangatku seolah terisi kembali.

Dan entah kenapa dalam hati aku sangat yakin menganggap bahwa dia kelak adalah "calon suamiku". Entah kenapa aku begitu yakin sampai terlihat tak tahu diri.

Karena yang aku lihat adalah sosok ikhwan yg soleh, padahal aku juga tahu bahwa sholat itu adalah kewajiban namun entah kenapa aku menganggapnya "dia pria baik"

Semenjak itu, karena kata orang "jodoh adalah cerminan diri" dan kebetulan yang aku inginkan jodohku memang dia. Aku akhirnya belajar memperbaiki diri dimulai dari hal-hal kecil.
Nauzubillah niatku kala itu salah sekali :((

Aku belajar memperbaiki kualitas sholatku, mendengar kajian kajian dan lainnya, masya allah imanku terasa terisi sekali. Aku benar-bener merasakan enegery yang masuk kedalam jiwaku. Akhirnya dalam proses belajar ini aku sangat menikmatinya sampai-sampai aku lupa tujuanku, aku lupa niat awalku.

Dan akhirnya aku belajar memperbaiki imanku, tanpa lagi menjadikan pria itu fokus utamaku. Justru sekarang aku pasrahkan saja kepada Allah swt, lagian aku sok tahu sekali menganggap dia pria baik yang pasti akan cocok untuk menjadi jodohku. Padahal Allah swt lebih tahu mana yang baik untuk hambanya.

Masya allah, terkadang hidayah datang dengan cara yang mungkin saja salah. Terima kasih ya allah engkau telah datangkan hidayah ini.

Mungkin ada yang bertanya
"kamu yakin proses hijarahmu ini pyur mencari ridho allah swt?
"sangat yakin. Awalnya memang niatku salah namun kuasa Allah begitu besar sampai akhirnya membelokkan arah tujuanku.

"jika kita merasa kecewa dengan tujuan kita, harapan kita, niat kita, namun kita tidak kembali lagi ke jaman jahiliyah dan menganggap proses hijrah ini sia-sia. Insya allah niat kita sudah dibelokkan oleh Allah untuk mencari ridhonya semata. Masya allah

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template