Kamis, 17 Oktober 2019

*PERIHAL JODOH*

Sabtu tanggal 12 oktober 2019, Aku dan teman-temanku pergi ke sebuah kajian sederhana yang diadakan oleh UKM Rohis yang bernama KPM ASSALAM, jika dilihat dari jadwal acarnya harusnya dimulai pukul Sembilan pagi namun seperti biasa rakyat Indonesia tidak afdol jika tidak ngaret, ya acaranya molor sampai jam 9 lewat 15 mungkin aku juga sedikit lupa. Singkat cerita ada satu kalimat yang diucapkan oleh salah satu pembicara acara tersebut yang begitu menempel ke hati dan fikran ya beliau bernama Ust. Ali Baharsyah, beliau berkata :
 
“Semoga didekatkan jodohnya bagi yang sudah siap menikah, kalau yang belum siap jangan didekatkan, Kenapa ? nanti bikin baper”

Kalimat tersebut langsung mengigatkanku kepada salah satu nama, yang tentunya tidak akan aku sebutkan disini. Namun aku sangat mengiyakan ucapan ust. Ali tersebut.

Nah itu tadi hanya cerita sekilas, karena aku tidak akan menceritakan tentang kajian tersebut justru aku tertarik membahas perkara jodoh. Bahasan ini aku rangkum dalam episode #Cerita teman. Karena memang ini cerita real alias benar-benar terjadi dan bukan fiktif belaka, yuk mari simak.

Sebelumnya untuk menjaga privasi, dalam hal ini aku menyamarkan nama-nama pihak yang terlibat selain karena tidak meminta ijin terlebih dahulu untuk menjadikan pelajaran hidupnya sebagai bahan blogku juga niatnya memang hanya ingin menulis sesuatu yang mungkin bisa menjadi pelajaran orang lain.

Cerita pertama datang dari rekan kerjaku Sebut saja namanya Ayu, ia memiliki seorang pacar yang sudah lama menjalin hubungan selama 8 tahun yang bernama Reyhan. Ibu Ayu khawatir terhadap anaknya yang sudah berusia 25 tahun namun belum segera menikah akhirnya sang ibu meminta ayu untuk membicarakan perihal menikah dengan reyhan dan keluarga. Namun pihak Reyhan dan keluarganya menolak untuk segera menikah dengan alasan Reyhan masih kuliah.

“Gimana kalau kalian lamaran dulu nak, nikahnya setelah Reyhan lulus kuliah” ucap sang ayah Reyhan kepada Ayu, Namun keputusan ayu untuk segera menikah tetap bulat akhirnya hubungan mereka kandas ditengah jalan alias putus.

Memasuki awal tahun 2019, dengan status yang baru yaitu single Ayu kemudian lebih selektif lagi dalam memilih pria, tentunya ayu hanya ingin segera menikah bukan lagi pacaran. Allah memang maha baik keinginan sang ibu akhirnya diijabah. Ketika memasuki bulan ke dua februari ayu bertemu dengan teman semasa sekolahnya bernama Aldo, Dan ternyata aldo juga memiliki kisah yang sama dengan ayu yaitu ketika ingin mengajak menikah pacarnya ditolak dengan alasan “masih kuliah dan karena maharnya terlalu besar sehingga aldo tidak sanggup untuk memberikannya” .

Singkat cerita Aldo menyukai Ayu dan menyatakan perasaannya dan karena ayu hanya ingin ke jenjang serius, sejak awal ayu sudah bicara dengan tegas “Aku mau menerimamu, asal kita langsung menikah tahun ini juga”. Dan akirnya menikahlah mereka pada oktober 2019 lalu.

Cerita kedua datang dari temannya temanku namanya Joni, Joni sudah menjalin hubungan dengan pacarnya yang bernama Yera sejak 4 tahun lamanya, hubungan mereka terikat dalam LDR atau hubungan jarak jauh. Yera tinggal dikampung sedangkan joni merantau ke Jakarta tentunya untuk memperbaiki kehidupannya agar jauh lebih baik dengan berkuliah sambil kerja. Singkat cerita Joni ingin melamar Yera pada saat ulang tahunnya ia sudah menyiapkan banyak hal dimulai dari mahar sampai bawaan seserahan selayaknya lamaran. Ohiya sebelumnya Joni ini sudah sengaja cuti kerja untuk pulang kampung melamar sang kekasih yang dicintainya.

Ketika hari H ulang tahun yera joni hanya memberikan ucapan dan doa biasa padahal ketika itu joni sudah berada dikampung dengan persiapan lamaran yang sudah matang. Namun ketika tanggal 12 oktober yera meminta putus dari joni dengan alasan “Tidak bisa lagi menjalin hubungan LDR” sontak membuat ibu joni syok dan kaget akhirya dirawat dirumah sakit.

Dan beberapa hari kemudian joni mendapatkan kabar bahwa Yera sudah dilamar oleh lelaki lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman joni sendiri yang bekerja di jepang.

“mungkin yera menganggap aku bekerja di Jakarta sebagai kuli bangunan, tak sebanding dengan calon suaminya yang bekerja di jepang” ucapnya sambil sedikit menangis

Sedikit tentang joni. Awalnya, memang ia hanya bekerja sebagai kuli bangunan, kemudian merangkak menjadi supervaisor dan akhirnya bisa bekerja sebagai kontraktor dan memegang proyek di BNI. Joni ini memang hebat dan aku pribadi salut dengannya ia merintis karirnya dari nol dari yang bukan siapa-siapa terus berusaha dan akhirnya menjadi seperti sekarang dengan karir yang bagus, mempunyai rumah di tanggerang, mobil dan sawah dikampung namun memang kelamnya ia memiliki kisah percintaan yang pahit.

Cerita kedua ini memang tak sama dengan cerita pertama, cerita pertama yaitu kisah ayu dan reyhan putus dengan cara baik tentunya dengan alasan baik pula. Sedangkan cerita kedua berbanding terbalik.

Dari kedua cerita singkat diatas, bukannya kita akhirnya berfikir dan kemudian belajar bahwa sesungguhnya pacaran itu tidak akan menjamin bahwa dia benar-benar jodoh kita, bisa jadi kita hanya menjaganya. Iya menjaga jodoh orang lain.

“engga papa menjaga, yang penting sudah mendapat pahala"
“menjaga memang baik, namun menjaga yang bukan makhram justru akan berbuah dosa, karena pacaran sendiri sangat dilarang oleh Allah swt karena mendekatkan kita ke maksiat.
Sesuai firman Allah swt berikut ini :

QS. Al Isra’ Ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
QS. An Nur Ayat 30-31 yang artinya “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat, Dan Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan padangannya dan kemaluannya.”
QS Al Mu’minun ayat 7 yang artinya “barangsiapa yang mendekati zina maka mereka itulah orang orang yang melampaui batas”.

Sebetulnya Allah sudah memberikan firman yang begitu jelas dalam Al-Qur’an namun kita sebagai hambanya dengan santai melanggar aturan tersebut, kita semua beranggapan.

“pacaran kita sehat kok, ngga ngapa-ngapain”
Tapi setelah putus dan sakit hati ngeluhnya kesiapa? Menyalahkannya ke siapa? Ke ALLAH

Padahal Allah sudah memberikan firman yang begitu sangat jelas agar hambanya tidak sakit hati, agar hamba-hambanya jauh dari maksiat dan zina tujuannya hanya satu untuk menjaga hambanya. Sungguh luar biasa baiknya Allah swt kepada kita. Masya Allah

Dan Allah swt juga sudah menjanjikan kita surga jika kita menjalankan perintah dan menjauhi larangannya, apalagi perihal pacaran bagaimana dalam firman Allah swt :

QS An Naziat Ayat 40-41 yang artinya “Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya nya maka sesungguhnya surga lah tempat tinggalnya”.
QS Al Ahzab ayat 35 yang artinya “Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”.

Subbahanallah, Masya Allah dengan segala kebesaran Allah swt. Allah swt sangat sayang terhadap hambanya sehingga adanya larangan tersebut. Seandainya jika Joni melakukan perintah Allah swt untuk tidak pacaran mungkin joni tidak akan sakit hatinya, Namun kabar baiknya Joni akhirnya tahu bahwa Yera bukan wanita pilihan Allah swt  untuk menjadi jodohnya. Allah swt pasti sudah menyiapkan wanita yang jauh lebih baik dari Yera yang kemudian akan menjadi jodohnya. Amin

Tidak semua manusia itu suci, banyak pendosa yang akhirnya bertaubat. Kita sebuah pernah menikmati dosa dimasa lalu, kita semua pendosa maka ingatlah tujuan kita diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah swt sesuai dalam firman Allah swt  dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan agar mereka beribadah kepadaku”.
QS Al-isra’ ayat 25 yang artinya “Maka sesungguhnya dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat”.

Akhir tulisan ini aku hanya ingin berpesan, dari aku yang masih banyak berdosa. Kita hidup sekali, kita diciptakan sudah jelas tujuannya apa yaitu untuk beribadah kepada Allah swt melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya. Yuk mari kita sedikit demi sedikit perbaiki diri kita. Hijrah bukan untuk Allah swt tapi untuk kita sendiri. Bekal kita di kemudian hari :”).

Semoga kita selalu menjadi hamba yang taat dan istiqamah. Amin 
Wassalamualaikum.

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template