Sabtu tanggal 12 oktober 2019, Aku dan
teman-temanku pergi ke sebuah kajian sederhana yang diadakan oleh UKM Rohis
yang bernama KPM ASSALAM, jika dilihat dari jadwal acarnya harusnya dimulai pukul
Sembilan pagi namun seperti biasa rakyat Indonesia tidak afdol jika tidak ngaret, ya acaranya molor sampai jam 9 lewat 15 mungkin aku juga sedikit
lupa. Singkat cerita ada satu kalimat yang diucapkan oleh salah satu pembicara acara tersebut
yang begitu menempel ke hati dan fikran ya beliau bernama Ust. Ali Baharsyah,
beliau berkata :
“Semoga didekatkan jodohnya bagi yang sudah
siap menikah, kalau yang belum siap jangan didekatkan, Kenapa ? nanti bikin
baper”
Kalimat tersebut langsung mengigatkanku kepada
salah satu nama, yang tentunya tidak akan aku sebutkan disini. Namun aku sangat
mengiyakan ucapan ust. Ali tersebut.
Nah itu tadi hanya cerita sekilas, karena aku
tidak akan menceritakan tentang kajian tersebut justru aku tertarik membahas
perkara jodoh. Bahasan ini aku rangkum dalam episode #Cerita teman. Karena
memang ini cerita real alias benar-benar terjadi dan bukan fiktif belaka, yuk
mari simak.
Sebelumnya untuk menjaga privasi, dalam hal ini
aku menyamarkan nama-nama pihak yang terlibat selain karena tidak meminta ijin
terlebih dahulu untuk menjadikan pelajaran hidupnya sebagai bahan blogku juga niatnya
memang hanya ingin menulis sesuatu yang mungkin bisa menjadi pelajaran orang
lain.
Cerita pertama datang dari rekan kerjaku Sebut
saja namanya Ayu, ia memiliki seorang pacar yang sudah lama menjalin hubungan selama
8 tahun yang bernama Reyhan. Ibu Ayu khawatir terhadap anaknya yang sudah
berusia 25 tahun namun belum segera menikah akhirnya sang ibu meminta ayu untuk
membicarakan perihal menikah dengan reyhan dan keluarga. Namun pihak Reyhan dan
keluarganya menolak untuk segera menikah dengan alasan Reyhan masih kuliah.
“Gimana kalau kalian lamaran dulu nak, nikahnya
setelah Reyhan lulus kuliah” ucap sang ayah Reyhan kepada Ayu, Namun keputusan
ayu untuk segera menikah tetap bulat akhirnya hubungan mereka kandas ditengah
jalan alias putus.
Memasuki awal tahun 2019, dengan status yang
baru yaitu single Ayu kemudian lebih selektif lagi dalam memilih pria, tentunya
ayu hanya ingin segera menikah bukan lagi pacaran. Allah memang maha baik
keinginan sang ibu akhirnya diijabah. Ketika memasuki bulan ke dua februari ayu
bertemu dengan teman semasa sekolahnya bernama Aldo, Dan ternyata aldo juga memiliki
kisah yang sama dengan ayu yaitu ketika ingin mengajak menikah pacarnya ditolak
dengan alasan “masih kuliah dan karena maharnya terlalu besar sehingga aldo
tidak sanggup untuk memberikannya” .
Singkat cerita Aldo menyukai Ayu dan menyatakan
perasaannya dan karena ayu hanya ingin ke jenjang serius, sejak awal ayu sudah
bicara dengan tegas “Aku mau menerimamu, asal kita langsung menikah tahun ini
juga”. Dan akirnya menikahlah mereka pada oktober 2019 lalu.
Cerita kedua datang dari temannya temanku
namanya Joni, Joni sudah menjalin hubungan dengan pacarnya yang bernama Yera
sejak 4 tahun lamanya, hubungan mereka terikat dalam LDR atau hubungan jarak
jauh. Yera tinggal dikampung sedangkan joni merantau ke Jakarta tentunya untuk
memperbaiki kehidupannya agar jauh lebih baik dengan berkuliah sambil kerja.
Singkat cerita Joni ingin melamar Yera pada saat ulang tahunnya ia sudah
menyiapkan banyak hal dimulai dari mahar sampai bawaan seserahan selayaknya
lamaran. Ohiya sebelumnya Joni ini sudah sengaja cuti kerja untuk pulang
kampung melamar sang kekasih yang dicintainya.
Ketika hari H ulang tahun yera joni hanya memberikan
ucapan dan doa biasa padahal ketika itu joni sudah berada dikampung dengan
persiapan lamaran yang sudah matang. Namun ketika tanggal 12 oktober yera
meminta putus dari joni dengan alasan “Tidak bisa lagi menjalin hubungan LDR” sontak
membuat ibu joni syok dan kaget akhirya dirawat dirumah sakit.
Dan beberapa hari kemudian joni mendapatkan
kabar bahwa Yera sudah dilamar oleh lelaki lain yang tidak lain dan tidak bukan
adalah teman joni sendiri yang bekerja di jepang.
“mungkin yera menganggap aku bekerja di Jakarta
sebagai kuli bangunan, tak sebanding dengan calon suaminya yang bekerja di
jepang” ucapnya sambil sedikit menangis
Sedikit tentang joni. Awalnya, memang ia hanya bekerja
sebagai kuli bangunan, kemudian merangkak menjadi supervaisor dan akhirnya bisa
bekerja sebagai kontraktor dan memegang proyek di BNI. Joni ini memang hebat dan
aku pribadi salut dengannya ia merintis karirnya dari nol dari yang bukan
siapa-siapa terus berusaha dan akhirnya menjadi seperti sekarang dengan karir
yang bagus, mempunyai rumah di tanggerang, mobil dan sawah dikampung namun
memang kelamnya ia memiliki kisah percintaan yang pahit.
Cerita kedua ini memang tak sama dengan cerita
pertama, cerita pertama yaitu kisah ayu dan reyhan putus dengan cara baik
tentunya dengan alasan baik pula. Sedangkan cerita kedua berbanding terbalik.
Dari kedua cerita singkat diatas, bukannya kita
akhirnya berfikir dan kemudian belajar bahwa sesungguhnya pacaran itu tidak
akan menjamin bahwa dia benar-benar jodoh kita, bisa jadi kita hanya menjaganya.
Iya menjaga jodoh orang lain.
“engga papa menjaga, yang penting sudah
mendapat pahala"
“menjaga memang baik, namun menjaga yang bukan
makhram justru akan berbuah dosa, karena pacaran sendiri sangat dilarang oleh
Allah swt karena mendekatkan kita ke maksiat.
Sesuai firman Allah swt berikut ini :
QS. Al Isra’ Ayat 32 yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu
sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”
QS. An Nur Ayat 30-31 yang artinya “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah
mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah
lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka
perbuat, Dan Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, hendaklah mereka
menundukkan padangannya dan kemaluannya.”
QS Al Mu’minun ayat 7 yang artinya “barangsiapa yang mendekati zina maka mereka itulah orang
orang yang melampaui batas”.
Sebetulnya Allah sudah memberikan firman yang
begitu jelas dalam Al-Qur’an namun kita sebagai hambanya dengan santai
melanggar aturan tersebut, kita semua beranggapan.
“pacaran kita sehat kok, ngga ngapa-ngapain”
Tapi setelah putus dan sakit hati ngeluhnya
kesiapa? Menyalahkannya ke siapa? Ke ALLAH
Padahal Allah sudah memberikan firman yang
begitu sangat jelas agar hambanya tidak sakit hati, agar hamba-hambanya jauh
dari maksiat dan zina tujuannya hanya satu untuk menjaga hambanya. Sungguh luar
biasa baiknya Allah swt kepada kita. Masya Allah
Dan Allah swt juga sudah menjanjikan kita surga
jika kita menjalankan perintah dan menjauhi larangannya, apalagi perihal
pacaran bagaimana dalam firman Allah swt :
QS An Naziat Ayat 40-41 yang artinya “Dan orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan
menahan diri dari keinginan hawa nafsunya nya maka sesungguhnya surga lah
tempat tinggalnya”.
QS Al Ahzab ayat 35 yang artinya “Sungguh laki laki dan perempuan yang memelihara
kehormatannya, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar”.
Subbahanallah, Masya Allah dengan segala
kebesaran Allah swt. Allah swt sangat sayang terhadap hambanya sehingga adanya
larangan tersebut. Seandainya jika Joni melakukan perintah Allah swt untuk
tidak pacaran mungkin joni tidak akan sakit hatinya, Namun kabar baiknya Joni
akhirnya tahu bahwa Yera bukan wanita pilihan Allah swt untuk menjadi jodohnya. Allah swt pasti sudah
menyiapkan wanita yang jauh lebih baik dari Yera yang kemudian akan menjadi
jodohnya. Amin
Tidak semua manusia itu suci, banyak pendosa
yang akhirnya bertaubat. Kita sebuah pernah menikmati dosa dimasa lalu, kita
semua pendosa maka ingatlah tujuan kita diciptakan hanyalah untuk beribadah
kepada Allah swt sesuai dalam firman Allah swt
dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya “Aku tidak menciptakan jin dan
manusia melaikan agar mereka beribadah kepadaku”.
QS Al-isra’ ayat 25 yang artinya “Maka sesungguhnya dia Maha Pengampun bagi orang-orang
yang bertaubat”.
Akhir tulisan ini aku hanya ingin berpesan, dari
aku yang masih banyak berdosa. Kita hidup sekali, kita diciptakan sudah jelas
tujuannya apa yaitu untuk beribadah kepada Allah swt melaksanakan perintah dan
menjauhi larangannya. Yuk mari kita sedikit demi sedikit perbaiki diri kita. Hijrah
bukan untuk Allah swt tapi untuk kita sendiri. Bekal kita di kemudian hari :”).
Semoga kita selalu menjadi hamba yang taat dan
istiqamah. Amin
Wassalamualaikum.

0 komentar:
Posting Komentar