Minggu, 25 Februari 2018

Pintar ?


Ada dua tipe manusia pertama adalah sesorang yang hanya mendengarkan saja sudah paham, dan yang kedua adalah seseorang yang loadingnya lama yang mencoba belajar supaya bisa pintar. padahal mereka tidak menginginkan pintar, bisa mengerjakan saja udah syukur tapi ternyata nilai menjadi bonusnya.
 
Pintar itu bisa karena bakat, ada juga yang dibuat.
Bagi saya yang tiak memiliki bakat menjadi seorang yang pintar Cuma satu jalan agar saya bisa melakukan kegiatan kuliah, iya dengan membuat saya menjadi pintar.
“ah elu mah emang udah pinter mon ..
“kata siapa?
“lu ngga baca artikel gua sebelumnya pasti, bagaimana rasanya berdiri didepan kelas sambil menghadap papan tulis dan hanya diam memegang kapur tanpa satu coretanpun tergores di atasnya karena satu hal “TIDAK BISA MENGERJAKAN SOAL PEMBAGIAN”

Kemarin saya ditanya dengan soal tersebut makannya saya teringat akan masa lalu ketika saya SD, waktu itu saya sangat ingat kejadian masa masa kelas tiga sekolah dasar.
Bagaimana susahnya menjadi seseorang yang tidak tahu apa-apa, dihukum karena tidak mengerjakan pr dan harus berbohong kepada guru karena mendapat nilai jelek dengan mengakui nilai yang di dapat adalah 7, miris memang tapi begitulah adanya.

Akhirnya dari situ saya mulai berfikir, apa yang salah ? kenapa saya tidak bisa dan kenapa yang lain bisa? Ternyata jawabannya sederhana “karena ketika itu saya tidak berusaha mempelajarinya”, logikanya bagaimana saya bisa paham atau hanya sekedar tahu jika saya saja tidak pernah mencoba mempelajarinya. Analoginya sederhana anggap saya soal matematika itu ibaratkan sebagai mengendarai sepeda, ketika itu kita melihat teman kita dengan lihai mengendarainya dan ketika kita mencoba mengendarainya baru gowesan pertama kita sudah terjatuh. Hal ini dikarenakan kita tidak mempelajari dahulu cara mengendarai sepeda bagaimana menjaga keseimbangan, bagaimana harus berhenti dengan menggunakan rem dan lain sebagainya.

Matematika juga sama, kita tidak bisa memahaminya jika hanya melihatnya kita harus belajar bagaimana sih caranya ? kok bisa seperti itu.

Dan jujur saya ketika kita mencoba mencari tahu caranya dengan sendirinya membuat kita penasaran dengan sosok matematika itu sendiri, matematika itu tidak membutuhkan banyak teori cuma satu hal yang dibutuhkan agar kita bisa mematika yaitu rasa suka terhadap matematika, karena jika kita sudah menyukainya kita tidak menganggap belajar itu sebagai beban namun merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan.

Kalimat tersebut dibuat oleh seorang yang tidak bisa matematika, namun mencoba untuk bisa. Walau sering dibilang pintar matematika, namun sesungguhkan seorang tersebut juga masih belajar. Siapa seseorang tersebut ? IYA SAYA PENULIS ARTIKEL INI MASA ANDA wkwk sekian.

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template