Ada dua tipe manusia pertama adalah sesorang yang hanya mendengarkan saja sudah paham, dan yang kedua adalah seseorang yang loadingnya lama yang mencoba belajar supaya bisa pintar. padahal mereka tidak menginginkan pintar, bisa mengerjakan saja udah syukur tapi ternyata nilai menjadi bonusnya.
Pintar itu bisa karena bakat, ada juga yang
dibuat.
Bagi saya yang tiak memiliki bakat menjadi
seorang yang pintar Cuma satu jalan agar saya bisa melakukan kegiatan kuliah,
iya dengan membuat saya menjadi pintar.
“ah elu mah emang udah pinter mon ..
“kata siapa?
“lu ngga baca artikel gua sebelumnya pasti,
bagaimana rasanya berdiri didepan kelas sambil menghadap papan tulis dan hanya
diam memegang kapur tanpa satu coretanpun tergores di atasnya karena satu hal “TIDAK
BISA MENGERJAKAN SOAL PEMBAGIAN”
Kemarin saya ditanya dengan soal tersebut
makannya saya teringat akan masa lalu ketika saya SD, waktu itu saya sangat
ingat kejadian masa masa kelas tiga sekolah dasar.
Bagaimana susahnya menjadi seseorang yang tidak
tahu apa-apa, dihukum karena tidak mengerjakan pr dan harus berbohong kepada
guru karena mendapat nilai jelek dengan mengakui nilai yang di dapat adalah 7,
miris memang tapi begitulah adanya.
Akhirnya dari situ saya mulai berfikir, apa
yang salah ? kenapa saya tidak bisa dan kenapa yang lain bisa? Ternyata
jawabannya sederhana “karena ketika itu saya tidak berusaha mempelajarinya”,
logikanya bagaimana saya bisa paham atau hanya sekedar tahu jika saya saja
tidak pernah mencoba mempelajarinya. Analoginya sederhana anggap saya soal
matematika itu ibaratkan sebagai mengendarai sepeda, ketika itu kita melihat
teman kita dengan lihai mengendarainya dan ketika kita mencoba mengendarainya
baru gowesan pertama kita sudah terjatuh. Hal ini dikarenakan kita tidak
mempelajari dahulu cara mengendarai sepeda bagaimana menjaga keseimbangan,
bagaimana harus berhenti dengan menggunakan rem dan lain sebagainya.
Matematika juga sama, kita tidak bisa
memahaminya jika hanya melihatnya kita harus belajar bagaimana sih caranya ?
kok bisa seperti itu.
Dan jujur saya ketika kita mencoba mencari tahu
caranya dengan sendirinya membuat kita penasaran dengan sosok matematika itu
sendiri, matematika itu tidak membutuhkan banyak teori cuma satu hal yang
dibutuhkan agar kita bisa mematika yaitu rasa suka terhadap matematika, karena
jika kita sudah menyukainya kita tidak menganggap belajar itu sebagai beban
namun merupakan sesuatu yang sangat menyenangkan.
Kalimat tersebut dibuat oleh seorang yang tidak
bisa matematika, namun mencoba untuk bisa. Walau sering dibilang pintar
matematika, namun sesungguhkan seorang tersebut juga masih belajar. Siapa seseorang
tersebut ? IYA SAYA PENULIS ARTIKEL INI MASA ANDA wkwk sekian.

0 komentar:
Posting Komentar