Akhir bulan April Kunyuk memutusakan untuk merencanakan liburan ke pulau
pari kepulauan seribu. Tapi dari sekian personil kunyuk hanya lima orang yang
bisa berlibur ke pulau. Alasannya klasik ada yang sibuk lembur, ada yang sibuk
kerja dan ada juga yang sibuk sama pacarnya *ngelirikom
Sebelum hari keberangkatan kami memutuskan untuk bermalam di kediaman
markas ibu besar yak dirumah depol, malam itu ada gua, depol, laras, wahyu,
nurdin, jipak dan riyan.
Dengan tas penuh pakaian, gua yang malam itu dijemput oleh wahyu siap
melunjur ke puri beta, disusul laras yang membawa banda serupa tas dan
tentengan. Nurdin juga membawa tentengan tapi bukan tas melainkan berisi
makanan energen dan cemilan.
Semua sudah kumpul di markas, seperti biasa kami patungan se adanya
untuk beli makanan guna besok berangkat ke pulau dan juga untuk malam itu yang
sunyi tapi mendadak berisik karena adanya kunyuk.
Ya kunyuk kalau sudah bersatu memang sangat berisik, pernah waktu itu
sampai ditegor oleh tetangga “tolong ya depi jangan berisik udah jam 10 malem
ini”
Dan kemudian munculkan sebutan “Rx king”
*Kembali ke malam itu
“Seksi belanja, belanja dulu dah sono ke indomaret” seru depol
Nurdin selaku seksi belanjapun beranjak dari tempat duduk dan bilang
“Ayo mo”
“lah kok gua”
“Udah ayooo” dan akhirnya gua beranjak juga
Setelah beberapa menit belanja akhirnya barang yang diinginkan sudah
ditangan.
Baru juga duduk Riyan bersuara “Moo , besok ati-ati mo kalau ke pulau.
Kalau ada pintu belakang jangan dibuka jangan dah pokonya, trus kalau ada orang
yang ngetok malem-malem jangan dibuka jangan dah. Gua sih bilangin aja itu juga
karna gua sayang”
Sontak membuat gua tertawa “apaan si yan”
Depol juga ikut berkomentar “ biarin ege, dari tadi dia bilang gitu mulu
diulang-ulang wkwk”
“Sriuss egee, itukan segitiga Bermuda serem dah pokonya” lanjut riayan
taklupa jipak juga menambahkan .
Kita berlima hanya meng iyakan dan sesekali ketawa entah lucu aja.
Malam mulai menjemput, para lelaki akhirnya pulang dan hanya tersisa
kami para wanita yang memutuskan menetap alias menginap.
Esok harinya waktu dimana kita berangkat ke pulau, mata yang sebenarnya
ngantuk mengharuskan gua untuk beranjak dari kasur yang notabennya gua engga
bisa tidur.
Pagi itu wahyu datang lebih awal kemudian disusul Nurdin yang membawa
sarapan berupa nasi uduk 4 bungkus.
2 bungkus nasi uduk dibuka pada pagi itu, rasanya masih aneh karena
sepagi itu sudah makan.
Lanjut berangkat memakai go-car, sampai di muara angke yang baunya
benar-benar busuk amis bercampur aduk dan rasanya ingin muntah. Kapal yang kami
tumpangi ternyata full, tapi anehnya wahyu bisa tidur dengan pulasnya padahal
untuk bergerak aja serasa tidak nyaman.
Setelah hampir satu atau dua jam menyebrang akhirnya sampai di pulau
tujuan yap pulau pari. Tanpa berlama-lama kami akhirnya menuju ke penginapan
yang sebelumnya sudah di booking oleh Nurdin.
Sesampai di penginapan entah kenapa perut seolah berterikak “LAPAR, BERI
KAMI MAKANAN YANG BERGIZI” *eh ga selebay itu padahal.
Karena lapar nasi uduk sisa sarapan yang hanya tinggal dua porsi itu
kita santap ber lima. “LUAR BIASA NIKMAT” semua berkomentar seperti itu
“kayanya ini nasi uduk terenak selama gua makan” celetuk gua sembari makan dan
mereka hanya mengiyakan bertanda setuju. Entah Karena memang enak atau karna
kita “KELALAPARAN” gua rasa karena keduanya wkwk.
Setelah istirahat sebentar kami memutuskan untuk bersepeda beranjak ke
pantai, dalam perjalananpun tak semulus paha JKT48.
Sepeda gua ketinggian dan akhirnya minta tukar sama Nurdin, sepeda Depol
rantainya lepas mulu. Dan Nurdin berkomentar “eh sepeda kita yang paling jelek
daH perasaan, sepeda kita doing ege yang karatan yang lain mah bagus-bagus” dan
kita yang mendengar hanya tertawa.
Setelah sampai tujuan kami mencari spot yang bagus untuk berfoto sembari
bermain air, pemandangan dan udara yang sejuk seolah membuat nyaman dirasa.
Setelah merasa lelah bermain air yang sesekali masuk ke mulut dan
rasanya sangat asin kami kemudian menepi dan makan makanan ringan, ada yang
pesan baso, indomie atau sekedar cemilan sambil memandang pantai yang indah
didampingi oleh angin yang sejuk seolah mereka berjodoh sungguh nikmat dikala
itu.
“Ehh gua gatel-gatel nih, balik yuk mandi terus ntar balik lagi ngeliat
sunset” kata depol
“iya ayo pol” lanjut laras
“gua disini dah ya, nanggung bentar lagi” ucap gua yang masih merasa
nyaman memandang alam
Akhirnya sunset mulai terlihat,
depol dan laras yang sudah mandi dan dandanpun sudah hadir ditempat. “Oke
waktunya ambil foto, cekreeeek”
Btw maklum aja ya gua dekil kan emang belom mandi hehe. dan juga abaikan saja selendang kuning yang kontras itu.
Setelah mulai merasa puas, kami akhirnya pulang bersepeda sampai di
penginapan gua buru-buru mandi.
Dan kemudian makan bersama yang sudah disediakan oleh pemilik
penginapan.
Awalnya kita berniat untuk BBQ’an di dekat pantai, tapi entah karena
kita sudah lelah jadi batal.
Nurdin sudah mengambil posisi tidur di kamar sebelah, Gua laras dan
depol masih nonton tv sedangkan wahyu masih sibuk main mobile lagend. Karna
ngantuk akhirnya gua tidur juga di kamar bareng laras.
Setelah merasa bisa tidur beberapa menit gua denger suara pijakan kaki
“pasti udin” pikir gua. Tak lama pintu kamar gue kebuka dan reflek gua bilang
“kenapa din? Padahal mukanya aja gua ga bisa liat dengan jelas itu siapa maklum
karena efek minus dan juga gelap ditambah efek nyawa belum kekumpul.
“mo mau ikut gua engga ke dermaga? Ucapnya
“ikut, tapi bentar gua cuci muka dulu” jawab gua sambil sedikit demi
sedikit ngumpulin nyawa
Keluar kamar depol udah tertidur pulas, Wahyu juga .
“din, gua digonjeng lu aja ya mager gue bawa sepeda masih rada ngantuk”
ucap gua dengan nada khas abis bangun tidur
Sesampai di dermaga “anginnya enak banget din” kata gua
“bener kan mo kata gua, tadi gua udah kesini sambil bawa energen tapi
udah tinggal setengah karena udah tumpeh-tumpeh dijalan” ceritanya
“hahaha,, lagi lu orang jalan kesini aja geradakan gitu wajar aja” jawab
gua yang masih menikmati udara malam didermaga.
Selama kurang lebih satu jam kita berdiam diri memandang laut yang masih
gelap, sesekali membahas tentang kepiting yang asyik mondar mandiri di tanggul
pemecah ombak (beton). Ada juga yang sibuk memancing sambil ngopi padahal ikan
yang lewat hanya ikan-ikan kecil.
Tapi angin dermaga benar-benar luar biasa enak, dingin tapi nyaman. Beda
sama sifat dia dingin yang menyebalkan *eh mulai ngaco.
*Akhirnya kita kembali ke tempat penginapan, disana ternyata laras dan
depol terbangun.
“et anak kecil kemana aja, tadi emak lu sms gua nih” kata depol
“iya abis kemana lu berduaa” lanjut laras
“ke tempat rahasia gua sama moni dah pokonya, ya moo” jawab nurdin
meledek
Karna lapar, akhirnya gua makan pop mie, lanjut minum susu kambing dan
akhirnya melanjutkan
tidur gua yang tertunda taklupa sekedar memberi kabar emak
tercinta.
Ga terasa pagi datang menyapa, seperti biasa Nurdin sudah hilang entah
kemana.
Akhirnya gua, laras dan depol beranjak dari tempat tidur pergi ke pantai
sekedar melihat sunrise, kebetulan jaket gua dipakai tidur oleh wahyu dan gua meminta
laras untuk membangunkannya. ternyata
Wahyu kebo sekali permisa.
“yuu, mo ikut liat sunrise gaa? Yuuu moni mau dipake jaketnya , yuu”
laras masih mencoba membangunkannya.
Taklama wahyu melepas jaket gua dan bilang “ntar gua nysul” dan kembali
keposisi tidurnya.
Sunrise udah usai kami kembali ke penginapan,dan wahyu masih dengan
posisi tidurnya
“bujuk itu anak liburan Cuma untuk tidur” kata gua
*
Sarapan telah siap, dan di hari itu juga
kami siap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta.
“ehh, dateng bersih pulang bersih yaa” riweh nurdin
Setelah ruangan dirasa bersih kami istirahat sejenak, tak lama depol
bilang “eh, kita jangan pas teng jam 9 jalannya ya biar ga kaya kemarin pas ada
orang dateng kita masih disini”
Akhirnya jam 9 kurang 15 kita otw meninggalkan penginapan dan cus ke
kapal, dan ternyata kapal udah stand by dari tadi “untung tadi lu bilang gitu
buk coba kalo kita pas teng jam 9. Telat kali ga dapet tempat duduk diatas”
kata gua
“iya, ternyata ucapan ibu gua ada benernya juga” sahutnya.
Karena mengikuti ucapan depol akhirnya kita mendapatkan tempat duduk
yang strategis tidak panas yah walaupun tetap sama sempit.
Ditengah perjalanan menyebrang kali ini wahyu tidak tidur seperti
kemarin, bahkan dia memilih berada disamping kapal untuk menikmati suasana laut
mungkin.
“eh eh liat tuh wahyu udah dipinggir gitu masih aja sempet ngantuk,
bilangin ke dia suruh ada di sela sela besi duduknya” ucap gua ke laras
Gua kira wahyu kali ini engga tidur tapi tetap saja merasa ingin tidur,
et dasar kebo.
Sesekali kita bernyanyi tak jelas, terasa urat malu kita putus. Sejenak berhenti
ada kejadian yang lucu tapi kasian terhadap salah seorang penumpang kapal.
“lah hp gua jatoh”cetus dia
“karena kepo nurdin kemudian bertanya “hp lu jatoh bang?” dan dengan
nada baik-baik saja dia bilang “iya, tenang masih ada hp satunya lagi”
Bujuk kata gua haha.
sampai ke muara angke, setelah beristirahat sebentar wahyu kemudian memesan
go-car. Tak lama go-car sudah ada di depan.
Pulang ke rumah diguyur hujan, lelah bercambur dingin karena hujan dan
juga ac mobil rasanya sangat ingin tidur.
Setelah tertidur sebentar ternyata mobil sudah hampir sampai tujuan tepat di kediaman depol.
tanpa hompimpa kunyuk langsung mencari posisi tidur dan merasa berada
dirumah nenek, karena kebetulan perut sudah mulai lapar. Ada mas pepet yang
baik hati bertanya “mau makan apa? Baso mauu? Dan tanpa malu kunyuk jawab “mauu
mas pepet”
“aku baso telor mas pake mie kuning”
“aku juga sama”
“aku baso urat ya mas”
“aku gapake seledri ya mas”
“mas
“mas
Yaa itulah kunyuk, mas siapa berasa mas sendiri haha. Maapkan kami mas
kami memang suka kadang engga tau malu hehee.


0 komentar:
Posting Komentar