Selasa, 26 Juni 2018

Kunyuk Liburan ke pulau ..



Akhir bulan April Kunyuk memutusakan untuk merencanakan liburan ke pulau pari kepulauan seribu. Tapi dari sekian personil kunyuk hanya lima orang yang bisa berlibur ke pulau. Alasannya klasik ada yang sibuk lembur, ada yang sibuk kerja dan ada juga yang sibuk sama pacarnya *ngelirikom

Sebelum hari keberangkatan kami memutuskan untuk bermalam di kediaman markas ibu besar yak dirumah depol, malam itu ada gua, depol, laras, wahyu, nurdin, jipak dan riyan.
Dengan tas penuh pakaian, gua yang malam itu dijemput oleh wahyu siap melunjur ke puri beta, disusul laras yang membawa banda serupa tas dan tentengan. Nurdin juga membawa tentengan tapi bukan tas melainkan berisi makanan energen dan cemilan.

Semua sudah kumpul di markas, seperti biasa kami patungan se adanya untuk beli makanan guna besok berangkat ke pulau dan juga untuk malam itu yang sunyi tapi mendadak berisik karena adanya kunyuk.
Ya kunyuk kalau sudah bersatu memang sangat berisik, pernah waktu itu sampai ditegor oleh tetangga “tolong ya depi jangan berisik udah jam 10 malem ini”
Dan kemudian munculkan sebutan “Rx king”

*Kembali ke malam itu
“Seksi belanja, belanja dulu dah sono ke indomaret” seru depol
Nurdin selaku seksi belanjapun beranjak dari tempat duduk dan bilang “Ayo mo”
“lah kok gua”
“Udah ayooo” dan akhirnya gua beranjak juga
Setelah beberapa menit belanja akhirnya barang yang diinginkan sudah ditangan.
Baru juga duduk Riyan bersuara “Moo , besok ati-ati mo kalau ke pulau. Kalau ada pintu belakang jangan dibuka jangan dah pokonya, trus kalau ada orang yang ngetok malem-malem jangan dibuka jangan dah. Gua sih bilangin aja itu juga karna gua sayang”
Sontak membuat gua tertawa “apaan si yan”
Depol juga ikut berkomentar “ biarin ege, dari tadi dia bilang gitu mulu diulang-ulang wkwk”
“Sriuss egee, itukan segitiga Bermuda serem dah pokonya” lanjut riayan taklupa jipak juga menambahkan .
Kita berlima hanya meng iyakan dan sesekali ketawa entah lucu aja.
Malam mulai menjemput, para lelaki akhirnya pulang dan hanya tersisa kami para wanita yang memutuskan menetap alias menginap.

Esok harinya waktu dimana kita berangkat ke pulau, mata yang sebenarnya ngantuk mengharuskan gua untuk beranjak dari kasur yang notabennya gua engga bisa tidur.
Pagi itu wahyu datang lebih awal kemudian disusul Nurdin yang membawa sarapan berupa nasi uduk 4 bungkus.
2 bungkus nasi uduk dibuka pada pagi itu, rasanya masih aneh karena sepagi itu sudah makan.
Lanjut berangkat memakai go-car, sampai di muara angke yang baunya benar-benar busuk amis bercampur aduk dan rasanya ingin muntah. Kapal yang kami tumpangi ternyata full, tapi anehnya wahyu bisa tidur dengan pulasnya padahal untuk bergerak aja serasa tidak nyaman.

Setelah hampir satu atau dua jam menyebrang akhirnya sampai di pulau tujuan yap pulau pari. Tanpa berlama-lama kami akhirnya menuju ke penginapan yang sebelumnya sudah di booking oleh Nurdin.
Sesampai di penginapan entah kenapa perut seolah berterikak “LAPAR, BERI KAMI MAKANAN YANG BERGIZI” *eh ga selebay itu padahal.
Karena lapar nasi uduk sisa sarapan yang hanya tinggal dua porsi itu kita santap ber lima. “LUAR BIASA NIKMAT” semua berkomentar seperti itu “kayanya ini nasi uduk terenak selama gua makan” celetuk gua sembari makan dan mereka hanya mengiyakan bertanda setuju. Entah Karena memang enak atau karna kita “KELALAPARAN” gua rasa karena keduanya wkwk.

Setelah istirahat sebentar kami memutuskan untuk bersepeda beranjak ke pantai, dalam perjalananpun tak semulus paha JKT48.
Sepeda gua ketinggian dan akhirnya minta tukar sama Nurdin, sepeda Depol rantainya lepas mulu. Dan Nurdin berkomentar “eh sepeda kita yang paling jelek daH perasaan, sepeda kita doing ege yang karatan yang lain mah bagus-bagus” dan kita yang mendengar hanya tertawa.

Setelah sampai tujuan kami mencari spot yang bagus untuk berfoto sembari bermain air, pemandangan dan udara yang sejuk seolah membuat nyaman dirasa.

Setelah merasa lelah bermain air yang sesekali masuk ke mulut dan rasanya sangat asin kami kemudian menepi dan makan makanan ringan, ada yang pesan baso, indomie atau sekedar cemilan sambil memandang pantai yang indah didampingi oleh angin yang sejuk seolah mereka berjodoh sungguh nikmat dikala itu.
 “Ehh gua gatel-gatel nih, balik yuk mandi terus ntar balik lagi ngeliat sunset” kata depol
“iya ayo pol” lanjut laras
“gua disini dah ya, nanggung bentar lagi” ucap gua yang masih merasa nyaman memandang alam
Akhirnya sunset  mulai terlihat, depol dan laras yang sudah mandi dan dandanpun sudah hadir ditempat. “Oke waktunya ambil foto, cekreeeek”


Btw maklum aja ya gua dekil kan emang belom mandi hehe. dan juga abaikan saja selendang kuning yang kontras itu.
Setelah mulai merasa puas, kami akhirnya pulang bersepeda sampai di penginapan gua buru-buru mandi.

Dan kemudian makan bersama yang sudah disediakan oleh pemilik penginapan.
Awalnya kita berniat untuk BBQ’an di dekat pantai, tapi entah karena kita sudah lelah jadi batal.
Nurdin sudah mengambil posisi tidur di kamar sebelah, Gua laras dan depol masih nonton tv sedangkan wahyu masih sibuk main mobile lagend. Karna ngantuk akhirnya gua tidur juga di kamar bareng laras.

Setelah merasa bisa tidur beberapa menit gua denger suara pijakan kaki “pasti udin” pikir gua. Tak lama pintu kamar gue kebuka dan reflek gua bilang “kenapa din? Padahal mukanya aja gua ga bisa liat dengan jelas itu siapa maklum karena efek minus dan juga gelap ditambah efek nyawa belum kekumpul.
“mo mau ikut gua engga ke dermaga? Ucapnya
“ikut, tapi bentar gua cuci muka dulu” jawab gua sambil sedikit demi sedikit ngumpulin nyawa
Keluar kamar depol udah tertidur pulas, Wahyu juga .
“din, gua digonjeng lu aja ya mager gue bawa sepeda masih rada ngantuk” ucap gua dengan nada khas abis bangun tidur
Sesampai di dermaga “anginnya enak banget din” kata gua
“bener kan mo kata gua, tadi gua udah kesini sambil bawa energen tapi udah tinggal setengah karena udah tumpeh-tumpeh dijalan” ceritanya
“hahaha,, lagi lu orang jalan kesini aja geradakan gitu wajar aja” jawab gua yang masih menikmati udara malam didermaga.

Selama kurang lebih satu jam kita berdiam diri memandang laut yang masih gelap, sesekali membahas tentang kepiting yang asyik mondar mandiri di tanggul pemecah ombak (beton). Ada juga yang sibuk memancing sambil ngopi padahal ikan yang lewat hanya ikan-ikan kecil.
Tapi angin dermaga benar-benar luar biasa enak, dingin tapi nyaman. Beda sama sifat dia dingin yang menyebalkan *eh mulai ngaco.

*Akhirnya kita kembali ke tempat penginapan, disana ternyata laras dan depol terbangun.
“et anak kecil kemana aja, tadi emak lu sms gua nih” kata depol
“iya abis kemana lu berduaa” lanjut laras
“ke tempat rahasia gua sama moni dah pokonya, ya moo” jawab nurdin meledek
Karna lapar, akhirnya gua makan pop mie, lanjut minum susu kambing dan akhirnya melanjutkan 
 tidur gua yang tertunda taklupa sekedar memberi kabar emak tercinta.

Ga terasa pagi datang menyapa, seperti biasa Nurdin sudah hilang entah kemana.
Akhirnya gua, laras dan depol beranjak dari tempat tidur pergi ke pantai sekedar melihat sunrise, kebetulan jaket gua dipakai tidur oleh wahyu dan gua meminta  laras untuk membangunkannya. ternyata Wahyu kebo sekali permisa.
“yuu, mo ikut liat sunrise gaa? Yuuu moni mau dipake jaketnya , yuu” laras masih mencoba membangunkannya.
 Taklama wahyu melepas jaket gua dan bilang “ntar gua nysul” dan kembali keposisi tidurnya.

Sunrise udah usai kami kembali ke penginapan,dan wahyu masih dengan posisi tidurnya
“bujuk itu anak liburan Cuma untuk tidur” kata gua

*
Sarapan telah siap, dan di hari itu juga  kami siap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta.
“ehh, dateng bersih pulang bersih yaa” riweh nurdin
Setelah ruangan dirasa bersih kami istirahat sejenak, tak lama depol bilang “eh, kita jangan pas teng jam 9 jalannya ya biar ga kaya kemarin pas ada orang dateng kita masih disini”

Akhirnya jam 9 kurang 15 kita otw meninggalkan penginapan dan cus ke kapal, dan ternyata kapal udah stand by dari tadi “untung tadi lu bilang gitu buk coba kalo kita pas teng jam 9. Telat kali ga dapet tempat duduk diatas” kata gua
“iya, ternyata ucapan ibu gua ada benernya juga” sahutnya.
Karena mengikuti ucapan depol akhirnya kita mendapatkan tempat duduk yang strategis tidak panas yah walaupun tetap sama sempit.

Ditengah perjalanan menyebrang kali ini wahyu tidak tidur seperti kemarin, bahkan dia memilih berada disamping kapal untuk menikmati suasana laut mungkin.
“eh eh liat tuh wahyu udah dipinggir gitu masih aja sempet ngantuk, bilangin ke dia suruh ada di sela sela besi duduknya” ucap gua ke laras
Gua kira wahyu kali ini engga tidur tapi tetap saja merasa ingin tidur, et dasar kebo.

Sesekali kita bernyanyi tak jelas, terasa urat malu kita putus. Sejenak berhenti ada kejadian yang lucu tapi kasian terhadap salah seorang penumpang kapal.
“lah hp gua jatoh”cetus dia
“karena kepo nurdin kemudian bertanya “hp lu jatoh bang?” dan dengan nada baik-baik saja dia bilang “iya, tenang masih ada hp satunya lagi”
Bujuk kata gua haha.

sampai ke muara angke, setelah beristirahat sebentar wahyu kemudian memesan go-car. Tak lama go-car sudah ada di depan.

Pulang ke rumah diguyur hujan, lelah bercambur dingin karena hujan dan juga ac mobil rasanya sangat ingin tidur.
Setelah tertidur sebentar ternyata mobil sudah hampir sampai tujuan tepat di kediaman depol.

tanpa hompimpa kunyuk langsung mencari posisi tidur dan merasa berada dirumah nenek, karena kebetulan perut sudah mulai lapar. Ada mas pepet yang baik hati bertanya “mau makan apa? Baso mauu? Dan tanpa malu kunyuk jawab “mauu mas pepet”
“aku baso telor mas pake mie kuning”
“aku juga sama”
“aku baso urat ya mas”
“aku gapake seledri ya mas”
“mas
“mas

Yaa itulah kunyuk, mas siapa berasa mas sendiri haha. Maapkan kami mas kami memang suka kadang engga tau malu hehee.

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template