Widih hari ini gue nerima hasil belajar gue selama 6 bulan alias rapot
semester ganjil, yap hasilnya memang tidak memuaskan tapi gue tidak terlalu
kecewa, mengapa? Karena menurut gue jangan menilai orang dari hasilnya tapi
nilailah dari prosesnya. anjayyyy
Gue mendapatkan peringkat 23 dari 39 anak, bukan hal yang memalukan tapi
gue juga engga menganggap ini cukup gue harus lebih belajar lagi, wajar sih gue
juga belajarnya kurang karena kebetulan gue memiki lingkungan rumah yang tidak
mengenakkan.
Yap gue punya abang yang masih kaya bocah, padahal umur udah kepala dua
lebih.
Gue lagi belajar bukannya mengerti malah menyalakan tv, kan Tahi?? Dan
orang tua gue cuma bisa menggelengkan kepala tanpa bisa membela karena mungkin
itu cara yang baik baginya.
**
Dan yang mendapatkan peringkat 10 besar dikelas gue memang pantas, karena
yang gue liat mereka di sekolah emang srius dalam belajar, sedangkan gue???
Hahaha jangan ditanya udah pasti gue bercanda mulu. Padahal dulu gue sewaktu SD
selalu mendapatkan peringkat 5 besar, SMP selalu peringkat tak jauh dari 5
besar dan SMK awal-awalnya sih mendapatkan peringkat 10 besar,tapi sewaktu
kenaikan kelas 12 gue tidak mendapatkan peringkat tersebut.
Mungkin ada yang bertanya “kenapa?kok bisa?”
Gimana ya, semakin gede kok gue makin engga terlalu peduli sama nilai,
padahal gue inget banget dulu gue sering bangun tengah malem buat sholat
tahajud sekalian belajar. Tapi wajar sih dulu kan gue tinggal di desa yang
lingkungannya sangat mendukung.
Dan semenjak tinggal di jakarta kebiasaan baik gue sudah mulai pudar karena
lingkungan sama sekali tidak mendukung, dari segi teman sekolah dan juga
keadaan rumah kontrakan.
Lanjut ke tingkat SMK, awalnya gue biasa aja belajar seadanya tidak
berlebihan dan juga tidak kekurangan.
Dan semenjak kenaikan kelas XI gue mulai menyadari tentang arti sebuah
nilai, mugkin karena efek dari keseringan nonton dedy corbuzier dan para tokoh
lainnya.
Gue akan membahas tentang arti sebuah nilai di artikel gue selanjutnya.

0 komentar:
Posting Komentar