Kemarin aku seharian bersama teman lamaku, karena haus kami akhirnya berhenti di salah satu stand minuman dan berbincang-bincang sedikit mengenai keluh kesah masih-masing. Dan ketika dia bertannya mengenai "dia" aku akhirnya menceritakannya.
Saat itu dia hanya bilang "brengsek sih itu cowo" tapi entah mengapa aku mengelak ucapan itu "engga brengsek sih sebenernya, itu hak dia untuk bersikap seperti itu. Tanpa aku sadari bisa saja aku terlihat sebagai seorang yang bodoh karena cinta.
Tapi disini, aku memang sadar itu hak dia. Dia berhak bersikap seperti itu. Bagaimanapun dia tidak salah apalagi sampai dibilang brengsek, dia hanya manusia yang ketika diberikan hal yang tidak disukainya maka dia menolak, ya anggap saja seperti itu. Itu hak dia kan??
Karena aku hanya menyatakan rasa. Aku paham maksud temanku menganggap dia "brengsek" karena merasa bahwa temannya sudah dengan berani menyatakan rasa namun diabaikan mungkin itu alasannya. Tapi entah kenapa aku lega, walaupun aku tak mengiyakan bahwa dia "brengsek" tapi aku lega karena sadar, entah kenapa ucapan temanku menjadikanku sadar. Bahwa :
"kita tidak boleh menyakiti hati demi seseorang yang bahkan tidak peduli, kita tidak boleh menunggu akan hal yang belum jelas mau ditunggu apalagi kembali dan kita tidak boleh memikirkan yang jelas bukan kita yang dia inginkan. Intinya jangan buang waktu kita hanya untuk menunggu, atau bahkan memikirkan sesorang yang bahkan Acuh tak acuh Akan hal itu."
Iya, sekarang waktunya menjadi sadar. Dia bersikap seperti itu karena memang tak tertarik padaku. Dia memang tak mau ditunggu dan di pikirkan lantas buat apa aku melakukan hal itu??? Bukannya aku sudah cukup untuk mendapat label "bodoh". Dan aku tak mau melanjutkan menjadi manusia dengan label itu. Maaf
Selasa, 06 Agustus 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar