Menjadi pelajar adalah
kewajiban setiap manusia di era moderen ini, tapi terkadang menjadi pelajar itu
tidak mudah, ada banyak sekali isi hati mereka yang tidak bisa diungkapkan,
kalaupun diungkapkan yang ada mereka mendapat hukuman, karena pada dasarnya
derajat murid itu dibawah guru, miris memang tapi apa daya seolah-olah itu sudah
menjadi aturan paten bahwa siswa itu selalu salah.
Sebagai seorang pelajar kita
butuh yang namanya ilmu dari seorang guru, tapi kita butuh ilmu bukan omelaan,
hukuman atau bahkan yang parah adalah pukulan.
“Loh? Tapi kan itu cara guru
mendidik muridnya? .”
iya paham, tapi mungkin caranya salah”.
iya paham, tapi mungkin caranya salah”.
Kita sebagai seorang anak murid
kalau salah ya dinasihati, di arahkan yang benar bukan malah ditampar.
Sebenarnya anda ingin membuat kami sadar akan kesalahan kami atau ingin
menunjukan bahwa anda adalah sosok yang galak dan patut ditakuti?
“maaf guru, tapi dengan cara seperti itu kami bukan hormat, melaikan sebaliknya”
“maaf guru, tapi dengan cara seperti itu kami bukan hormat, melaikan sebaliknya”
“Ah engga penting yang penting
murid saya patuh sama apa yang saya perintahkan”. “iya patuh didepan anda, tapi
apa anda tidak memikirkan bagaimana murid anda dibelakang anda?? anda tau betul
bahwa ucapan itu adalah doa”.
Terkadang gue juga bingung,
tugas guru sebenarnya apa sih? Membuat kita pandai apa membuat kita mendapatkan
nilai bagus?.
Pernah gue mempunyai fikiran
kalau tugas guru adalah membuat pandai muridnya, tapi kenapa setiap murid jika mendapati nilai jelek malah dipojokkan, diremed ulang, bahkan ada yang bilang
“Kamu ini bodoh sekali, begini gampangnya tidak bisa”.
“Haduuuh... Harusnya guru intropeksi diri, kalau dalam
satu kelas yang remed hanya beberapa mungkin si murid yang belum paham dan
tugas seorang guru ya membimbing bukan malah memeri remed, “Lah kita aja belum
paham, gimana to bu pak mengerjakannya?? mau diremed ulang sampai saya jadi artis
korea juga engga bakal bisa karena masalahnya dipemahaman kita. Harusnya
solusinya ya diajarkan pelan pelan, bukan dikasih soal ulang -_- .
“Dan yang kedua kalau satu kelas nilainya jelek semua ya
itu berarti yang salah bukan muridnya, tapi gurunya, kalau menurut gue” *iya
mungkin karena cara mengajarnya salah, sehingga ilmu yang disampaikan oleh guru
tidak sampai ke otak murid.
Jadi bisa gue simpulkan bahwa tugas guru adalah membuat muridnya mendapatkan nilai bagus, karena dengan begitu, tandanya si murid pandai atau paham dalam pelajarannya.
Padahal itu nilai belum tentu hasil murni dari murid
sendiri, bisa saja menyontek temannya. Tapi apa guru peduli??? Tidak, asalkan
nilai bagus kelar sudah.
Terus kalau sudah begini siapa yang salah??? Muridkah?
Gurukah ? atau tulisan gue ini?.
Tapi itu semua kembali ke diri kita masing-masing, kalau
kita tau betul akan hak dan kewajiban kita entah itu sebagai guru/ sebagai
murid mengkin hal tersebut tidak akan terjadi.
Dan guru yang gue bahas diatas juga tidak semua guru
begitu, jadi ya tolong jangan tersinggung.
Karena saya menjadi pelajar hampir 12 tahun dan selama
itu saya mengenali macam-macam guru, ada yang sangat saya segani dan hormati
karena jasanya, dan ada juga guru yang saya hormati karena jabatannya.
Ketikan ini hanya opini semata, tidak ada maksud dan
tujuan tertentu.
Terima kasih.


0 komentar:
Posting Komentar