Jumat, 16 Oktober 2015

Dibalik nama “MONIKA”



Mayoritas guru yang mendengar nama “Monika” selalu melesetkan dengan kata “Monikah?” dan kemudian berbalik nanya ke gue “Kamu Monikah?Monikah sama siapa?” menurut gue itu adalah pertanyaan yang sulit daripada soal matematika.
gue mau jawab” Iya” Takut salah, jawab”Bukan” bermasalah dan jawab”Nanti” nambah masalah -_-. Terus inyong harus jawab apaaa???
Sebenarnya nama gue Monika Dwi Lestari itu udah bagus-bagus dikasih oleh orang tua, tapi pihak yang tidak bertanggung jawab mempermainkan nama tersebut,cieeeh bahasanya .
Tapi engga masalah sih toh kan Cuma bercanda.
Masih bahas soal nama, kalau dianalisis lebih dalam ternyata lama-kelamaan nama MONIKA hilang satu persatu, ini bukan mistis atau sulap, dan jangan berfikir juga kalau hilang dicolong orang, daripada banyak ketikan yukkks kita bahas .
Treeenenet neneeeet ...
Monika>> Jadi Monikah sama siapa? Monikah kapan? (Biasanya diucap oleh guru) *masih lengkap masih 6 huruf.
Monik>> Jarang orang manggil dengan sebutan ini (Orang rumahan, teman kampung dan keluarga) *tinggal 5 huruf
Moni>> awalnya sih kedengarannya imut bukan?? Tapi kalau terdapat pengulangan dalam panggilan “moni moni” nah terkesan lebih mirip kucing -_- (golongan orang yang memakai panggilan ini adalah makhluk abstrak dari planet lain atau bias disebut temen akrab disekolah) *tinggal 4 huruf
Mon>> kalau ini mayoritas orang memanggil dengan sebutan ini, Cuma terkadang mereka juga kelewatan suka khilaf, kadang “Ehmon kaya emon..”  “Mon...key monyet dong” “ mon..Temon “ Anjritt minta di bacok !! *tinggal 3 huruf
Dan yang terakhir Mo>> Udah kaya sapi gue, mana ada sapi kecil kaya gue?? Eh ada sapi kuntet.PUAS LO???!--_ - tapi untuk sekarang hanya ada dua orang yang memanggil gue dengan nama ini . * sisa 2 huruf.

Jadi siapa yang salah? Nama gue? Hidup gue? Emak gue? Bapak gue? Kakak gue? Kucing gue? Tetangga gue ?. FHAKK yang salah itu lo, iya elo yang baca tulisan gue ini .Apa engga sadar?? Apa pura-pura engga sadar .HAHAHA thank you udah baca ^_^.

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template