Sabtu, 17 Oktober 2015

Makrab with kelas XII Akuntansi 1




Tepatnya malam minggu tanggal 8 Agustus 2015 kelas XII AK1 mengadakan acara bakar-bakar atau sekarang lebih familiar disebut makrab,tapi ironisnya yang hadir tidak seluruhnya melainkan hanya seperempat. Sedih memang tapi mau bagaimana lagi?Banyak alasan mereka kenapa tidak bisa hadir ada yang tidak ada dana, ada yang tidak diizinkan oleh orang tua, ada yang tidak ada yang jemput dan lain sebagainya .
Jadi bisa dikatakan acaranya kurang maksimal padahal pak ketua sebut saja mawar eh maksudnya soleh mengadakan acara ini guna untuk silaturahmi agar siswa lama dan siswa baru yg masuk ak1 bisa lebih akrab. Tapi yasudahlah yang penting acaranya lancar dan seru .
Disela-sela membakar ayam yang tak berdosa gue ikut berpatisipasi ya walaupun Cuma memberika perawatan pada ayam yang sudah mati dan dimutilasi dengan lulur khas yaitu kecap yang pentingkan ikut membantu engga cuma makan saja,betul tidak?? BETULL *abaikan.
Dan disela-sela mengolesi ayam mutilasi itu gue bilang”Kapan lagi gue bumbuin makanan buat kalian,kali aja gue berbakat” temen gue sebut saja dia jamur menjawab”jangan, engga pantes. Pantesnya jadi penulis”. Gue langsung diem jujur dalam hati berfikir.
Apa iya gue cocok atau bisa jadi penulis? Padahal karya gue cuma ketikan yang tidak bermanfaat, kalaupun gue bikin cerita bisa memang cuma gue masih kesulitan dalam pemberikan karakter dari masing-masing tokoh.Tapi yaa aminin saja lah siapa tau terkabul ^_^.
Ngomongin soal penulis gue suka ngetik dan bikin-bikin cerita awalnya dari Raditya Dika karyanya sungguh memotivasi gue, beliau adalah seorang penulis yang apa adanya bukan suatu hal yg dibuat-buat baginya tulisan itu harus nyata bukan hanya imajinasi semata. Dan tidak lupa dari buku motivasi yang isinya memuat hal yang patut untuk direnungkan. Dan juga dari buku-buku lainnya.

Ngomong-ngomong kenapa ceritanya jadi ngawur gini yak?? Maafkan inyong ya kelepasan hiihihi.
Akhirnya ayam matang dan kemudian disantap dengan lahap sampai habis hanya tersisa tulang ,perut kenyang hatipun senang itulah pribahasa gue “cakep...”
Engga terasa malam sudah menjemput kira-kira pukul 10 malam lewat dan kami para perempuan harus segera pulang. Tamat ^_^.

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template