Lucu engga sih? Kamu berpesan seperti itu?
Ibarat kita mau naik kereta namun menunggunya di halte, sampai kapanpun tak akan tuh terwujud.
Mungkin ini sama, kamu menyuruhku untuk tetap stay namun kamu sendiri tidak memberikan jawaban yang pasti. Setidaknya jika kamu belum siap memberikan kepastian "suruh saja aku menunggu, menunggu sampai kamu siap. Tentunya kamu juga harus mengakui bahwa kamu menyukaiku juga" yang pasti aku tidak keberatan menunggu. Seolah "menunggu" sudah menjadi kebiasaanku.
Namun, ini seperti pakaian yang masih digantung. Sudah benar benar kering tapi tak diangkat dengan alasan "belom hujan"
Nanti, kuburu hujan kamu menyesal loh bajunya basah.
Dan lagi ini seperti kamu bermain sepak bola.
Bola itu sudah kamu yang pegang kendalinya, tinggal tendang sekali pasti goal, tapi kamu malah berputar putar di depan gawang. ngapain??
Jika tak mau membuat goal, yaa oper saja ke orang lain. Kenapa masih menguasai bola itu tanpa tujuan yang jelas?
Duh aku bukan marah loh, hanya bingung saja. Bingung atas sikapmu yang kadang jelas dan tidak jelas.
Mungkin sekarang aku yakin, tapi apa aku bisa jamin aku akan terus yakin? Makannya, beri aku jawaban yang jelas sayang. Aku pasti mengerti.
Asik sayang :)).
Rabu, 17 Juli 2019
Sebuah Pesan "JAngan berfikir untuk berkata selamat tinggal"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar