Enggan mencintai kembali karena takut tersakiti, hati tak mampu merasakan apa-apa bagaikan jiwa tanpa raga?
Dan akhirnya merasakan pahitnya cemburu, sedihnya diabaikan dan jatuh cinta lagi.
Seolah hati kembali ke keadaan semula, dimana membutuhkan sebuah cinta.
Namun bukan bahagia yang terasa, tetapi sebuah kesedihan.
"Kenapa?
Karena akan sakit rasanya jika memiliki rasa cemburu, kesal dan ingin sekali marah kepadanya, namun tersadar aku bukanlah siapa-siapa.
Teman saja entah dianggap atau tidak.
Dan akhir-akhir ini aku sering merasakan kesal, bukan karena kesal terhadapnya melainkan kesal terhadap diri sendiri. Karena tak punya hak untuk memarahi apalagi cemburu.
Awalnya aku kira ini sepele tapi lama kelamaan mulai berbahaya, akhirnya aku menyadari bahwa aku telah mencintainya.
Mencintai temanku sendiri, ah tapi apa kami berteman??? Dia saja tak menyapa ketika berpapasan.
Aku bisa apa? Hanya mampu menyimpan didalam hatiku yang paling dalam dan dalam sadar menuangkan dalan bentuk tulisan berharap tak ada yang membacanya.
Jika dibandingkan dengan beberapa pengagummu yang setiap saat menghubungimu, aku bisa apa?
Aku juga cukup tau diri, aku yang tak berjuang dan hanya memberikan senyum manisku kepadamu berharap kamu mendekat dan merasakan yang sama.
tanpa sepatah kata yang terucap dalam bibirku, aku selalu berharap kamu memahaminya melalui sinar mataku.
Bahwa aku selama ini menyukaimu.

0 komentar:
Posting Komentar