Menyerah?
Hmm bisa iya bisa juga tidak.
"Kok jawabnya kaya labil gitu?
Engga labil kok ini adalah keputusan benar.
"Jadi beneran menyerah?
Iya bawel, tapi yang menyerah hanya perasaannya pertemanannya tidak.
"Memangnya dia menggap elu teman? Katanya pernah engga ditegor ?
Hmm, itu urusan dia yang penting gua selalu menganggap dia teman.
Selalu menganggap dia salah satu dari warna pelangi yang telah mewarnai hari-hari gue.
Setelah merasakan banyak hal akhirnya gue menemukan celah yang menjadi kesimpulan.
Gua gamau kehilangan sosok teman cuma gara-gara keegoisan perasaan ini.
Nah dalam hal ini gua mengibarkan bendera putih tanda sebuah penyerahan, hehe
"Kok lu malah seneng?
Harus senang, menjadi dewasa itu adalah sebuah kebanggaan.
Percaya aja kalau jodoh engga akan kemana, jangan takut kehabisan jodoh.
Allah itu maha baik dan maha tahu yang terbaik untuk umat kesayangannya.
Daripada memikirkan jodoh, lebih baik perbaiki diri menjadi lebih baik menjadi pribadi yang sukses, pasti jodoh akan mengikuti.
Dan yang pasti jangan lupa sama orang tua, bahagiain dulu orang tua baru deh bahagiain diri sendiri. Itu sih prinsip hidup gue pribadi.
Makannya waktu ditanya cita-cita, cita-cita gua ya memang hanya satu menjadi sukses dah membahagiakan orang tua.
Memang sempat menjadi sebuah lelucon beberapa orang, tapi menurut gua itu bukan hal yang lucu malah jika gua bisa mewujudkan itu akan menjadi hal yang membanggakan karena tujuan hidup gua tercapai #amin semoga secepatnya.
Akhir kata gue cuma mau bilang "sebelum melangkah, alangkah baiknya jika kita tahu kemana kita akan melangkah jangan sampai langkah kita menjadi sia-sia"
Gue monika terimakasih :).
Jumat, 15 April 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar