Sabtu, 16 September 2017

Auto biografi (Tugas B.Indonesia/USNI)



Monika Dwi Lestari adalah putri kedua dari dua bersaudara, lahir 20 tahun silam tepatnya pada tanggal 02 Januari 1997 yang sekarang merupakan mahasiswi Universitas Satya Indonesia Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi.

Sejak kecil ia sangat mudah sakit itu yang membuatnya selalu tertinggal akan pelajaran sehingga ada bebarapa nilai yang cenderung jelek, namun menginjak kelas 4 SD Monika mulai belajar dengan giat guna memperbaiki nilainya yg dibawah kkm, dan ia bersyukur usahanya membuahkan hasil yg memuaskan.

Di SDN 1 Kopen ia berhasil meraih nilai tertinggi ketika UN dengan nilai 25,90 dan nilai tertinggi adalah matematika 9,25 padahal dulu nilai matematiknya sangatlah jelek berkat usaha yang keras serta didukung guru yang berjasa akhirnya ia berhasil mendapatkan nilai tersebut. Monika sangat berterimakasih kepada sang guru ketika itu.

Akhirnya ia melanjutkan sekolah di SMPN 2 Jatipurno, baru semester satu musibah menimpanya  kembali, ia terserang penyakit pembengkakan otak dan tipes yang membuatnya harus berhenti sekolah sementara. Setelah pengobatan dijalaninya pihak sekolah ketika itu menghubungi ibunya dan memberitahukan bahwa anaknya harus mengikuti ujian kenaikan kelas namun ketika itu ibunya menolak dengan alasan agar kondisi anaknya benar-benar sehat dahulu. Padahal Monika saat itu sangat ingin mengikuti ujian tersebut namun terkadang orang tua lebih tahu keadaan anaknya.

Awalnya orang tua Monika tidak mengijinkan ia untuk bersekolah kembali tapi berkat semangat dan juga keinginan yang besar akhirnya ia diijinkan untuk bersekolah kembali walaupun harus mengulang di tahun ajaran baru berikutnya. Dan dari situlah kehidupan barunya di Jakarta.

Setelah melewati masa smp dan juga smk akhirnya ia lulus dan bekerja di kantor kecil bernama UD. Sumber Logam baru 6 bulan dijalaninya dengan gaji masih di bawah umr. Gaji dua bulannya ia gunakan untuk mendaftar di USNI karena orang tuanya tidak mampu membiayai kuliahnya sehingga membuatnya harus mandiri, awalnya ia ingin mengambil jurusan matematika karena tanpa disadari semenjak kejadian ketika SD ia langsung jatuh cinta pada sosok matematika dan ingin menjadi guru matematika layaknya gurunya dulu. Namun ternyata keadaan berkata lain itu yang membuatnya mengambil jurusan akuntansi di USNI.

Di waktu luangnya ia suka menulis di blog pribadinya, itu sudah dilakukan ketika ia menginjak bangku SMK nama blognya adalah Monikadwilestari.blogspot.co.id di blog pribadinya tersebut terdapat berbagai macam permasalahan dari sudut pandangnya walau ada beberapa artikelnya berisi tentang curhatan dan tugas bahasa Indonesia yang diberikan oleh ibu dosen bernama Kordiah Hapsah.,M.Pd juga dimuat olehnya. Dulu ia memiliki mimpi ingin menjadi penulis yang hebat dan mampu mengubah dunia dengan tulisannya karena terkadang ada hal yang tak mampu diutarakan dengan ucapan namun bisa diungkapkan dengan tulisan.

Senin, 28 Agustus 2017

orang tua?

Orang tua itu ada dua tipe
1) yg support anaknya kuliah dengan cara membiayainya
2) yg malah bilang "kuliah itu buang2 uang" padahal anaknya sendiri yg membiayai kuliahnya.

Dan saya  mendapatkan tipe orang tua yg kedua, iyaa tipe yg engga support atau istilahnya kurang ridho mereka beranggapan demikian bukan tanpa alasan, karena mereka menganggap kuliah itu hanya buang-buang uang .
Tapi sekarang saya balik tanya deh "kalau bukan untuk bayar kuliah,trus uangnya untuk apa?? "
Kalau dipakai untuk usaha, mau usaha apa?? Dengan modal nyicil begitu? Dan akhirnya uang yg seharusnya disisipkan untuk kuliah akan terpakai untuk hal lain yg sudah jelas tidak berfaedah .
Intinya tanpa tujuan yg jelas, uang itu tidak membuahkan hasil.
Masih lebih baik uangnya untuk biaya kuliah kan? Setidaknya nantinya mendapatkan ijasah. Kasarannya sih begitu .
Tapi tidak hanya orang tua tipe kedua yg bermasalah, terkadang tipe pertama juga bermasalah.
Karena subjeknya tidak menginginkan untuk kuliah dan lebih memilih melakukan hal yg jauh lebih penting menurutnya.

Jadi kesimpulannya tipe apapun memang pasti bermasalah, tergantung subjeknya.
Coba saja orang tua tipe pertama mendapatkan anak si tipe kedua pasti akan mulus-mulus saja tanpa masalah.
Dan si orang tua tipe kedua mendapatkan anak si tipe pertama sama akan mulus-mulus saja .
Penyelesaian dalam masalah ini bukan menyuruh mereka menukar anak masing-masing, tapi yg sebenernya penyelesaiannya adalah sebuah "kepercayaan dan kebebasan"
Dan setelah itu baru sebuah dukungan.

Minggu, 30 Juli 2017

Perasaaan?


Pernah engga sih kalian bingung harus melangkah ??  terkadang diberi harapan dan kadang  terasa jauh. Dan pedihnya ini hanya terbawa perasaan persis kaya lagunya kahitna “Rahasia Cintaku”.

Hanya bisa terdiam bingung harus melangkah, saat dia memberi harapan rasanya ingin tetap setia dengan perasaan ini, namun ketika merasa jauh rasanya ingin melangkah menghapus rasa yang ada.
Terkadang ketika kita memutuskan untuk melangkah, tapi  tangan ini ditahan dengan sikapnya yang kembali manis dan saat hati ini diam genggaman itu mulai renggang sampai akhirnya terlepas lagi.

Dan akhirnya mulai berfikir “mungkin jika dia memiliki kekasih perasaan ini akan hilang dengan sendirinya, namun ternyata tidak”.
Kesimpulannya adalah “Diam tidak membuat perasaan itu hilang dengan sendirinya”, pilihannya hanya dua  “mengungkapkan” atau menunggu seseorang yang  bisa membuat kita lupa akannya.
Karena pada dasarnya, penyakit  hati hanya bisa diobati oleh hati juga.

Dan akhirnya hati ini memilih pilihan yang kedua, menunggu seseorang yang mampu membuat pikiran ini teralihkan yang memiliki kunci hati dan siap untuk membuka hati ini.

Karena mengungkapkan bahwa hati ini menyukainya sangatlah sulit, terlebih ada alasan yang tak bisa dihindari. Tapi kalaupun tanpa alasan itupun mungkin pilihan akan sama saja tidak mengungkapkannya.
Memang tersiksa selalu memikirkan seseorang yang mungkin tidak memikirkan kita, justru bahkan memikirkan orang lain.

hati ini hanya bisa berdoa “Semoga hatinya bahagia dengannya, dan sejujurnya hati ini sangat menyukainya namun hanya tulisan yang berbicara karena lidah tak mampu berkata”


Doakan hati ini juga agar bisa dengan capat melupakan hatimu. Wahai rahasia cintaku…

Jumat, 23 Juni 2017

Enakan Kerja ??

Dulu ketika masih sekolah banyak diantara kita pasti berfikir “Ahhh pengen cepet-cepet kerja biar engga bayak tugas, pr dapet gaji dan lain-lain”.

Nyatanya setelah lulus dan bekerja ZONK sekali dek, kerja itu capek . iya kalau kita mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginan kalau tidak ??

Terkadang waktu tidur kita kurang, waktu kita main berkurang, uang jajan tidak dapat.
Sedangkan sekolah tugas kita hanya satu, YUP “BELAJAR” uang jajan dapat, tidur panjang bisa, main sepuasnya apalagi. Makannya buat kalian dek yang masih sekolah manfaatkan waktu kalian karena kalau kalian sudah lulus kalian engga bisa lagi kembali kebangku sekolah, hidup kalian sudah beda bukan lagi anak-anak yang masih minta sama orang tua, kalian harus berusaha sendiri untuk bisa mendaptkan uang jajan tersendiri sukur-sukur kalau kalian bisa memberikan uang dari hasil kerja keras kalian kepada orang tua.

 Dulu ketika sekolah tugas kita hanya belajar, PR aja kadang masih nyalin tugas teman . Cuma berangkat pagi duduk dikelas pura-pura mendengarkan guru dan kemudian pulang. Merdeka sekali kan ??? maka dari itu manfaatkanlah waktu-waktu itu.


Karena waktu yang telah berlalu tak akan mampu terulang kembali kecuali kalian punya mesin waktunya doraemon wkwkwk, manfaatkanlah waktu dimana kalian bisa bebas, bisa bolos seenaknya, bisa tidur sepuasnya dan bisa main sepuasnya. tapi yang paling penting adalah memanfaatkan waktu untuk hal yang berguna. Percuma kalian menfaatkan waktu untuk hal yang tak berguna ZONK juga dek wkwk.

Baikkah menunda kuliah ??

Setelah lulus sekolah hidup itu ada dua pilihan, kalian mau lanjut kuliah atau kerja. Ada yang memang keluarganya mampu dan lebih memilih untuk langsung kuliah ada juga yang bekerja dulu baru kemudian melanjutkan kuliah ada juga  yang tak sedikitpun berniat untuk kuliah.

Pilihan apapun itu bebas, asalakan kalian yakin dengan pilihan kalian kenapa engga?? Hidup ini pilihan. Sama kaya ketika kita melihat lampu kuning dari kejauhan terkadang kita harus memilih mau terus tancap gas atau memilih berhenti karena pilihan kalian ketika itu akan menentukan jam berapa kalian sampai ditempat tujuan. Dan pasti pilihan tersebut juga mengandung resiko tersendiri.

Tapi Sekarang saya akan menbahas tentang sesorang yang berniat ingin kuliah tapi lebih memilih untuk menunda, karena saya juga begitu dan setelah merasakannya ternyata penyesalan yang saya dapatkan. Kenapa ??

Karena jika memang kita berniat untuk kuliah harusnya yaa langsung daftar saja, soal biaya ?? jaman sekarang kayanya hampir semua kampus biayanya bisa dicicil dan ketika kalian mendaftar kan tidak langsung kuliah dan harus membayar keseluruhannya kan?? Kalian bisa bekerja beberapa bulan untuk bisa membiayai kuliah tersebut
.
Karena jujur, saya sudah menabung untuk kuliah itu dari awal masuk SMK tapi nyatanya uang tabungan itu ludes karena hal lain, dan akhirnya saya bekerja tapi siapa sangka ternyata uang yang saya dapatkan masih juga terpakai untuk hal lain? Karena apa?? Karena dari awal saya meng entarkan kuliah alhasil terabaikanlah sudah. Dan setelah memasuki tahun berikutnya barulah terfikir untuk kuliah alhamulilah ketika itu langsung mendaptkan pekerjaan dan gaji 2 bulan bener-bener untuk bayar kuliah. Padahal jika memang saya berniat untuk kuliah bisa saja langsung kecapai bagaimanapun caranya pasti  akan diusahakan kalau kita memang yakin dan niat.

Maka dari itu, untuk kalian yang memang berniat untuk kuliah .. kuliahlah ketika lulus jangan takut akan biaya pasti akan ada jalan kok yang penting niat. Karena menurut saya pilihan menunda dahulu baru kuliah adalah pilihan yang sia-sia.


Tujuan sekolah itu apa sih ??

Semua orang tahu bahwa tujuan sekolah adalah untuk membuat siswanya pintar, memang benar tapi pintar apa dulu nih ? pintar mencontek ? pintar berbohong? Atau pintar menyembunyikan perasaan sendiri ?? duh jadi baper.

Padahal sekolah tersendiri tujuannya tidak sesederhana itu, tujuan sekolah sebenarnya untuk membiasakan siswanya disiplin, tertib dan perperilaku baik. Karena faktanya, semua  itu akan sangat berpengaruh ketika kalian bekerja nantinya.

dulu kita selalu mengeluh ketika mendapat PR, padahal sekolah ingin kita terbiasa mendapatkan tugas agar nantinya ketika bekerja kita tidak kaget atau terlalu mengeluh.

Adanya aturan sekolah seperti mendapat hukuman ketika terlambat, adanya absen kehadiran dan lain sebagainya yang menyangkut kedisiplinan siswa. Semua itu bertujuan untuk membentuk siswanya agar tumbuh menjadi anak yang disiplin dan taat akan aturan ketika bekerja nantinya.

Ketika kita bekerja kita tidak bisa dengan bebas bolos kerja, karena kodratnya kita dibayar berbeda dengan sekolah kita yang membayar.

Dan masih banyak hal lain tentang tujuan sekolah yang sangat amat penting dalam dunia kerja, lantas setalah menyadari itu kalian masih menganggap sekolah itu adalah beban ??? itu salah besar. tapi emang tak bisa dipungkiri terkadang sekolahlah yang membuat kita stres atau bahkan bosan untuk menjalaninya.

walaupun begitu sekolah adalah tempat kita membenarkan diri, membimbing kita untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa. agar bisa melanjutkan kehidupan yang sebenarnya. Karena pintar saja tidak cukup. Kita juga harus memiliki keterampilan dan attitude yang baik.

Salahnya dari sekolah adalah sikap yang selalu mengotaki pikiran siswanya, tidak membiarkan siswanya bebas untuk berinovasi bukan mendukung tapi memaksakan kehendak sendiri, padahal kita tahu betul manusia itu tidak ada yang sempurna.

Gurupun tidak mampu menguasai semua mata pelajaran, bagaimana bisa guru memarahi atau dengan entengnya mengecap muridnya bodoh karena tidak bisa memahami apa yang diajarinya? . bisa saja muridnya yang jauh lebih ahli daripada gurunya dalam hal lain.

Sekolah harusnya membatu siswanya berkembang bukan malah terbebani, tapi saya berharap suatu saat nanti  akan ada sekolah yang memiliki tujuan yang benar. Kita doakan saja


Jumat, 09 Juni 2017

Waktu ??

Haayy guys, bro and siss sama aja ya sebenernya mah wkwk, kali ini gua akan membahas tentang waktu., pernah nggak sih kalian berpikir kok waktu terus menerus maju bukan ke belakang?
Alasannya jelas karena waktu ingin kita menjadi lebih baik daripada kita sebelumnya. Kan pepatah pernah bilang
"Apa  yang kita lakukan hari ini akan menentukan kita di masa yang akan datang Jadi Pergunakanlah waktu sebaik mungkin agar kita tidak menyesal di kemudian hari".
Contoh  yang biasa terjadi di kehidupan sehari-hari itu kayak misalkan kerja.
Kita kerja di suatu tempat dan baru berapa bulan setelah itu kita itu resign alasannya bisa karena lingkungan karena gaji tidak sesuai atau alasan lainnya dan setelah itu seharusnya ketika kita mencari pekerjaan lagi, pekerjaan itu harus jauh lebih baik daripada sebelumnya karena apa ?
Karena jika kita mendapatkan pekerjaan situasinya sama atau bahkan lebih buruk dibanding pekerjaan kemarin sama aja percuma, lantas buat apa kalian resign kalau pekerjaan yg kalian dapatkan sama tidak enaknya??
 atau contoh sederhana nya gini ketika kalian mempunya pacar dan  suatu ketika kalian musti putus bisa karena di selingkuhin atau masalah yang lainnya  akhirnya kalian menjadi jomblo lagi dan  Setelah itu kalian kalau punya pacar harusnya lebih dari si mantan kalian itu Supaya apa?
Supaya kita menjadi lebih baik, karena waktu itu maju kehidupan itu maju dan itu harus membuat kita lebih baik dari sebelumnya Kalau sama aja atau bahkan lebih buruk berarti kalian tidak menghargai waktu yang telah diberikan oleh sang pencipta.
Intinya Guys bro and sis kita itu semakin hari itu harus  menjadi lebih baik, perubahan  itu nggak musti langsung sempurna ntar kaget,  lebih baik sedikit demi sedikit nanti kita akan terbiasa untuk berubah, sebenernya sih tergantung dari masing-masing pribadi orangnya mau berubah atau tetap Stay di zona nyaman, tapi percayalah mereka yang lebih suka Stay di zona nyaman adalah mereka yang tidak akan berkembang.
Sekarang terserah kalian mau berkembang atau tetap Stay di zona nyaman. Karena hidup ini pilihan guys.
Dan itu Nggak cuman berlaku di mantan dan kerjaan  tapi berlaku di semua kehidupan,.
 contoh sederhana lagi kaya sekolah. Dulu orang tua kita hanyalah tamatan smp kita harus bisa menjadi seseorang tamatan smk atau bahkan kuliah dan terus berlanjut ketika kita mempunyai anak kita harus bisa membuat si anak ini menjadi jauh lebih baik daripada kita itu baru namanya hidup yang benar, hidup yang menghargai waktu.
Jadi kesimpulan artikel kali ini adalah “Hidup yang benar adalah hidup yang menghargai waktu”,”Hidup yang benar adalah hidup yang semakin lama menjadi semakin baik”

SEKIAN
 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template