Senin, 06 Mei 2024

Kecewa?

    Pasti diantara kalian pernah merasakan kecewa, entah kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. mari kita bahas satu persatu. Singkatnya kecewa ialah suatu perasaan dimana ekspektasi tidak sesuai dengan realita dan itu rasanya nauzubillah sangat tidak enak bahkan bisa membuat kita langsung tidak mood dan malas beraktivitas. itu kalau saya belum tentu kamu merasakan hal yang sama.

    Kecewa kepada diri sendiri biasanya terjadi ketika sesuatu yang sedang kita usahakan untuk diri sendiri ternyata hasilnya tidak sesuai, perasaan menyesal, perasaan seolah merasa tidak berguna. Bisanya ini terjadi oleh seseorang yang perfeksionis dimana segala sesuatu harus sempurna padahal orang-oarang perfeksionis sendiri juga paham bahwa manusia tidak ada yang sempurna pasti pernah melakukan kesalahan. Izinkan saya sedikit bercerita, beberapa tahun lalu saya sedang menjalani sidang skripsi online, saya dan beberapa teman saya berencana berkumpul disalah satu kost teman kami untuk melaksanakan sidang bersama mengingat jadwal sidang kami hanya berbeda jam saja. singkat cerita waktu sidang saya dimulai hampir 45 menit berlalu dan akhirnya selesai, kemudian saya terdiam bukan lega tapi justru merasa tidak puas dengan apa yang saya utarakan padahal pada saat itu hasilnya “lulus” sampai salah satu teman saya bertanya “kenapa sih mon, abis sidang bukan lega malah kaya kepikiran? “gue pengen ngulang sidang rasanya kurang maksimal” jawab gue masih lesu lemas letih kemudian dia menjawab “sombong banget lu pengen ngulang sidang, padahal hasilnya lulus. inget ada beberapa temen kita yang ngulang karena menurut dosen penguji harus ngulang” mendegar jawaban masuk akalnya membuat saya terdiam sejenak karena merasa apa yang dia ucapkan memang benar kenyataannya meskipun saya tidak membenarkan kata “sombong” tapi saya paham maksud perkataan tersebut sampai pada akhirnya teman saya yang lainnya angkat bicara “mon, aku tahu kamu ngerasa kurang maksimal dan ngerasa ga puas, aku tahu kamu bahkan aku adalah tipe dibalik layar jadi kalau dihadapkan dengan keadaan seperti sidang ini pasti hasilnya kurang maksimal, aku tahu bahkan mungkin dosenpun juga tahu kemampuan kamu seperti apa dan yang jelas kamu tahu betul perjuangan dan prosesnya sampai kamu bisa ditahap ini” kurang lebih ucapannya sepeti itu, saya makin terdiam, rasanya ingin menangis tapi saya tahan karena ada teman-teman saya, perasaan saya sangat lega setelah mendegar ucapan teman saya itu dan sayapun sudah mulai bisa tersenyum dan kemudian berucap “makasih mas”. Wah, saya kira singkat ternyata lumayan panjang juga maaf ya. Kejadian tersebut menyadarkan saya bahawa kekecewaan terhadap diri sendiri itu solusinya adalah menerima, kita semua tahu betul usaha kita seperti apa jika memang hasilnya tidak memuaskan yasudah terima dan coba intropeksi diri dan belajar dari pengalaman yang ada untuk bisa memperbaiki diri dikemudian hari, ini jauh lebih dewasa dan lebih melegakan setidaknya beban yang ada dipikiran dan hati kita sedikit berkurang.

    Kecewa kepada orang lain menurut saya susah mengontrolnya, tapi bisa kita kontrol selagi ada keinginan dari kita sendiri. Kalian tahu kenapa kita bisa kecewa kepada orang lain? jawabannya jelas karena kita berharap kepada orang tersebut, lantas kenapa kita berharap kepadanya? jawabannya adalah karena kita bergantung kepadanya, terakhir “kenapa kita bergantung kepadanya? jawabannya simpel tapi cukup memiliki makna yang dalam “karena dia penting dan spesial”. Sangat jarang kita kecewa kepada orang asing pasti kita akan menganggap remeh bukan? tapi karena ini ada hubungannya dengan orang yang spesial, orang yang kita angap penting, kita percayai dan kita sayang rasanya sangat mengecewakan ketika dia menunjukkan sesuatu sikap yang membuat kita kecewa. Lantas bagaimana solusi untuk masalah ini? Jawabannya jelas belajar untuk “tidak mengandalkan orang lain dalam memperolah kebahagiaan, bahagia menurut saya adalah tanggung jawab masing-masing manusia kita harusnya tidak berhak mengharapkan kebahagian dari orang lain. ketika mencintai ya sudah cukup tunjukkan rasa cinta itu jangan berharap untuk mendapatkan cinta balik karena ketika kita mengharpkannya namun ternyata tidak sesuai dengan harapakan kita saya takut jika perasaan itu akhirnya merusak perasaan kita sendiri, hilangnya recpect kita terhadap orang tersebut, hilangnya kepedulian kita bahkan rasa sayang kita. Selain itu coba alihkan perasaan kecewa tersebut kepada hal yang positif , saya tahu ini sangat sulit karena kalau sedang kecewa rasanya malas untuk beraktivitas tapi memang harus kita paksa hingga akhirnya terbiasa, contohnya adalah dengan menulis yang saya lakukan saat ini, ya tanpa kamu sadari saat ini saya juga sedang merasakan kecewa terhadap seseorang dan saya juga masih dalam tahap belajar untuk menerima rasa kecewa ini, karena mau bagaimapun yang kita jalani dan rasakan saat ini belum tentu hasilnya seperti sekarang ini bisa jadi nanti menjadi plot twist yang luar biasa dan menjadi salah satu kado Allah swt, tidak ada ruginya berperasangka baik terhadap Allah Swt, sekian dan terima kasih semoga next tulisan saya bukan hasil dari kekecewaan atau kesedihan lagi. See you❤

0 komentar:

 
Sebuah Cerita Blogger Template by Ipietoon Blogger Template